SUARA RAKYAT 

Peringati 10 Muharram, Warga Membuat Bubur Asyura

Sampit, – Dalam memperingati 10 Muharram 1440 Hijriah. Puluhan warga Jalan Ir. H Juanda Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, bergotong-royong membuat bubur asyura, Kamis (20/9/2018) siang. “Pembuatan bubur ini bertepatan pada tanggal 10 Muharram yang mana jatuh pada hari ini dan pembuatan bubur asyura rutin dilakukan warga dalam setiap tahunnya,” kata Yunus warga setempat kepada wartawan. Menurutnya, untuk yang memasak bubur asyura itu adalah laki-laki dan pembuatannya dicampur dengan 41 macam rempah-rempah, ayam dan daging. Setelah bubur masak, maka akan dibagikan ke tetangga atau…

Selengkapnya
SUARA RAKYAT 

Warga Laporkan Dugaan Pencemaran Lingkungan Kepolda Kalteng Dan Presiden RI

Sampit, – Kasus dugaan pencemaran lingkungan oleh PT Sukajadi Sawit Mekar (PT SSM) yang terjadi di sungai Buluh Tibung anak sungai Seranau, Desa Tanah Putih dan Sebabi, Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur, pada bulan Agustus 2018 lalu, sampai sekarang masih belum ada penjelasan. Hendra warga desa Tanah Putih mengatakan pihaknya sudah melayangkan surat laporan kesejumlah intansi penegak hukum bahkan ke Presisen RI Ir Joko widodo. “Kami sudah laporkan kasus ini kepolda kalteng dan ke Presiden RI dengan harapan PT Sukajadi Sawit Mekar bisa bertanggungjawab. kalau bukan punya PT SSM limbah…

Selengkapnya
SUARA RAKYAT 

Soal Pencemaran Lingkungan Anggota Dewan Diminta Turun Tangan

Sampit,- Warga Desa sebabi Kecamatan telawang Kabupaten Kotawaringin timur meminta para anggota dewan terutama komisi yang membidangi soal perncemaran likungan dan komisi yang membidangi soal pengawasan perkebunan kepala sawit. Agar untuk turun kelapangan guna melihat kondisi sungai sebabi yang diduga tercemar limbah pabrik milik salah satu PBS yang beroperasi wilayah setempat. “Kami minta anggota dewan turun kepalangan sebab tim yang ada melakukan pengecekan tersebut belum jelas tindakannya terhadap nasib kami warga sekitar yang dirugikan,” Ujar Hendra warga desa sebabi kepada wartawan 28/8/2018 . Menurutnya sejauh ini kondisi dilapangan tim kecamatan…

Selengkapnya
SUARA RAKYAT 

Kecamatan Teluk Sampit Krisis Air Bersih, Camat Minta Bantuan Pemkab

Sampit – Kecamatan Teluk Sampit meminta bantuan suplai air bersih kepada Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Pasalnya, daerah itu saat ini mulai kesulitan mendapatkan air bersih. “Kami sudah mengajukan permohonan air bersih untuk masyarakat, ditujukan kepada Bupati Kotim dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),” kata Camat Teluk Sampit, Samsurijal, Kamis (23/8/2018). Dia menjelaskan, saat ini di daerahnya sudah cukup sulit mendapatkan air bersih, pascakemarau berkepanjangan. Sumur warga kekeringan dan air sungai mulai terasa asin. “Sebagian warga hanya memanfaatkan sisa air hujan yang disimpan di profil tank untuk memasak dan minum.…

Selengkapnya
SUARA RAKYAT 

Silpa APBD Kotim 2017 Capai Rp 66 Miliar, Perencanaan Anggaran Dinilai Kurang Matang

Sampit,- Sisa lebih pendapatan anggaran (Silpa) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kotim 2017 tembus Rp 66 miliar. Artinya ada dana Rp 66 miliar tak terpakai selang setahun anggaran berjalan. Audy Valent, aktivis pengamat pemerintahan kabupaten kotawaringin timur menilai, ada beberapa dugaan penyebab anggaran menjadi Silpa di akhir tahun. Pertama, perencanaan program kerja yang kurang akurat, bahkan mungkin saja asal buat, sehingga ada indikasi kecendrungan anggaran yang disusun istilahnya copas atau copi paste dari tahun-tahun sebelumnya akibatnya dalam pelaksanaan mengalami sejumlah kendala. Kedua, lemahnya eksekutif dalam pelaksanaan program sehingga tidak berjalan…

Selengkapnya
SUARA RAKYAT 

Ratusan Warga Komplek PT. INHUTANI III Teracam Digusur

Sampit, – Ratusan masyarakat Kecamatan Mentawa Baru Hulu Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah khususnya yang tinggal disekitar area komplek lahan milik PT. Inhutani III menolak membayar uang sewa tanah. Pasalnya selama puluhan tahun menempati tanah itu tidak pernah ada penarikan biaya sewa yang dilalukukan jajaran direksi perusahaan. Warga mengaku sadar lahan yang mereka duduki selama ini adalah milik PT. Inhutani III, namun warga tetap menolak jika digusur paksa. Warga beralasan telah tinggal di situ berpuluh-puluh tahun. Apalagi, sebagian warga juga mengaku memiliki akte jual beli tanah serta bangunan rumah…

Selengkapnya
%d blogger menyukai ini: