HUKUM DAN KRIMINAL 

Beli Replika Barang Antik Rp 1,1 Juta untuk Menipu Ratusan Juta

Sampit – Lima tersangka pelaku penipuan dengan modus barang antik di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) membeli 2 buah replika piring marawen dan mahkota kerajaan hanya Rp 1,1 juta.  Namun keuntungan yang didapat dari hasil mereka melakukan penipuan mencapai Rp 181.220.000. Korbannya adalah seorang perempuan berinisial Hj RN (57).  “Piring marawen tersebut diberi para tersangka di Banjarmasin Rp 100 ribu, sedangkan mahkota kerajaan Rp 1 juta,” ujar Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin, Selasa, 20 Oktober 2020.  Mereka berlima berhasil melakukan penipuan dengan kerugian yang sangat besar. Sedangkan uang tersebut dibagikan secara…

Selengkapnya
HUKUM DAN KRIMINAL 

Alasan Pelaku Cabuli Anak Kandung Bikin Geregetan

Sampit – Pelaku pencabulan anak kandung yang baru berumur 16 tahun di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengaku tega melakukan hal itu karena nafsu saat melihat sang anak.  “Kalau kebutuhan biologis dari istri saya lancar saja. Bahkan hingga beberapa waktu lalu sebelum ditangkap. Namun saat saya melihat anak kandung saya itu, timbullah hawa nafsu,” ujar pelaku, saat diinterogasi oleh Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin, Selasa, 20 Oktober 2020. Ia mengaku pada awal melakukan pencabulan tersebut, diluar pemikirannya. Namun ketika itu dalam keadaan tidak mabuk. Hanya saja hawa nafsu yang muncul secara tiba-tiba,…

Selengkapnya
HUKUM DAN KRIMINAL 

Dulu Nama Perempuan Ini Kerap Disebut Terkait Zenith, Sekarang Dalam Pusaran Perkara Sabu

Sampit – Acil Dewi atau juga dikenal dengan sebutan Dewi Tomboi tidak pernah asing dalam peredaran gelap Narkotika. Dulu saat marak kasus Zenith pada 2018 silam namanya kerap disebut oleh sejumlah pengedar yang ditangkap pihak kepolisian. Kini nama perempuan yang sampai kini seakan sulit tersentuh hukum ini namanya terungkap lagi. Itu disebut saksi Polisi Budi Hartono dan Heriyanto saat jadi saksi dalam kasus sabu dengan terdakwa Santo. “Terdakwa mengaku sabu itu didapat dari seorang bandar bernama Dewi Tomboi,” kata saksi Polisi dalam sidang tersebut, Rabu, 21 Oktober 2020. Namun di mana…

Selengkapnya
HUKUM DAN KRIMINAL 

Saksi Ungkap Sosok Bos di Belakang Residivis Kambuhan Kasus Togel

Sampit – Terdakwa kasus perjudian jenis togel, KA alias TW yang merupakan residivis kambuhan, mengungkap bos besar di balik transaksi perjudiannya tersebut. “Uang hasil penjualan disetorkan lagi kepada bosnya di Pontianak. Saat ini masih kami dalami,” kata Rudi Setiawan, saksi dari Polda Kalteng, Senin, 19 Oktober 2020. Uang pesanan nomor togel itu disetorkan via transfer melalui rekening yang turut dijadikan sebagai barang bukti dalam kasus tersebut. Terdakwa  diamankan pada 14 Juli 2020 sekitar pukul 13.30 Wib di kediaman Mulianti alias Umi di Jalan Batu Berlian, Gang Family, Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotim.…

Selengkapnya
HUKUM DAN KRIMINAL 

Tersangka Pembunuh Nur Fitri Diancam Pasal Berlapis

Sampit – BH alias AC (60), tersangka pembunuhan Nur Fitri diancam pasal berlapis. BH yang merupakan suami siri korban baru diamankan setelah Nur Fitri ditemukan tak bernyawa pada 3 tahun lalu, di Jalan Pramuka, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit. “Tersangka dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain dengan pidana penjara paling lama 15 tahun,” ujar Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin, Jumat, 16 Oktober 2020.  Tersangka juga dikenakan dengan sangkaan penganiayaan yang menyebabkan meninggalnya seseorang, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338 dan atau Pasal 353 Ayat 3 dengan ancaman 9 tahun penjara,…

Selengkapnya
HUKUM DAN KRIMINAL 

Jawaban Polisi Mengapa Kasus Kematian Nur Fitri Baru Terungkap Setelah 3 Tahun Jadi Misteri

Sampit – Kasus kematian Nur Fitri yang diduga dibunuh oleh suami sirinya BH alias AC (60) baru terungkap setelah genap tiga tahun menjadi misteri. Jajaran Polres Kotawaringin Timur (Kotim) memberi alasan mengapa penyelidikan kasus yang membuat korban tewas itu relatif lama. “Proses penyelidikan ini memang lama, karena ada satu alat bukti yang terputus. Sehingga rangkaiannya menjadi tidak nyambung,” ujar Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin, Rabu, 14 Oktober 2020.  Hak ini membuat pihaknya harus kembali membuat tim kecil untuk penanganan kasus tersebut. Terutama menyambung rangkaian alat bukti yang terputus tersebut. Sehingga, bisa mengetahui…

Selengkapnya