DPRD KOTIM 

Ketua DPRD Kotim Ajak Masyarakat Membangun Daerah Bersama-sama

Sampit. Ketua DPRD Kotim ajak masyarakat membangun daerah bersama-sama.  Dan membangun daerah  memang tidak bisa mengandalkan satu atau dua orang saja, akan tetapi membangun daerah terlebih Kabupaten Kotawaringin Timur ini memerlukan kebersamaan dan semangat gotong royong yang tinggi. Karena itu Ketua DPRD Kotim Dra Rinie mengajak seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali untuk bisa membantu pemerintah dalam memajukan daerah yang dikenal dengan Bumi Habaring Hurung ini. “Saya mengajak semua pihak dan masyarakat untuk membantu pemerintah dalam membangun daerah. Sebab, dengan semangat gotong royong yang memang menjadi semangat warga Kotim ini harus direalisakan…

Selengkapnya
DPRD KOTIM 

Darurat Covid-19, DPRD Kotim Minta Perketat Pengawasan WNA Keluar Masuk ke Daerah

Sampit. Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur, Sanidin S.Ag, berharap agar seluruh pihak memperketat respon dan pengawasan yang intens terhadap keluar dan masuknya warga negara asing (WNA) di Kabupaten Kotim. Dia mengatakan sejauh ini langkah yang diambil Pemkab Kotim cukup baik untuk mengantisipasi ada indikasi di daerahnya dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang sangat tepat terhadap persoalan covid-19. “Kalau untuk penanganan antisipasi virus corona saat ini saya rasa cukup baik tinggal bagaimana untuk memperketat pengawasan disetiap aspek bagi warga hingga WNA yang keluar masuk daerah kita,” ujarnya, Minggu (22/3/2020) di Sampit. Dia juga…

Selengkapnya
DPRD KOTIM 

Legislator Kotim Ini Dukung Seluruh Upaya Pemerintah Terkait Penanganan Covid-19

Sampit,- Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Parimus SE, mendukung seluruh upaya pemerintah pusat, provinsi, hingga daerah terhadap seluruh usaha pemerintah dalam menangani pandemi virus corona atau covid-19 di Indonesia yang kian mengkhawatirkan. Ia mengajak seluruh lapisan elemen masyarakat, mulai dari aparat pemerintahan, pelaku usaha, pekerja, serta masyarakat umum, untuk turut mendukung usaha pemerintah tersebut sesuai dengan porsinya masing-masing. “Saya mendukung apapun strategi pemerintah dalam mengendalikan penyebaran pandemi covid-19, termasuk memberlakukan social distancing ditempat-tempat yang rawan terhadap virus corona,” katanya kepada, kaltengtoday.com, Minggu (22/3/2020). Parimus menegaskan, saat ini hanya…

Selengkapnya
DPRD KOTIM 

Dewan Minta Pemkab Kotim Gunakan Dana BTT Tangani Covid-19

Sampit,- Anggota Komisi III DPRD Kotim, Riskon Fabiansyah meminta agar  Pemerintah Daerah setempat untuk menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam menangani persoalan pelayanan medis di RSUD Dr. Murjani Sampit guna menyikapi wabah virus Corona (COVID-19). Anggaran tersebut, kata Riskon memungkinkan digunakan untuk melengkapi peralatan khusus alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis, dan mempersiapkan ruang isolasi penyakit menular atau untuk memberikan intensif kepada para awak medis yang sudah bekerja dalam menangani wabah virus berbahaya tersebut. Oleh karena itu, dengan menggunakan dana BTT Pemerintah Daerah bisa terus melengkapi kebutuhan pencegahan…

Selengkapnya
DPRD KOTIM 

Dampak Covid-19, Tiga Agenda Rapat Paripurna DPRD Kotim Di Tunda

Sampit,- Sejumlah agenda Rapat Paripurna  penyampaian hasil Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) inisiatif DPRD Kotim, ditunda akibat peyebaran virus corona atau COVID-19 disejumlah daerah semakin yang mengkhawatirkan. Seharusnya , rapat akan digelar pada Senin (23/3/2020) mendatang. Penundaan Rapat Paripurna itu terdapat dalam surat edaran yang ditandatangani oleh Ketua DPRD Kotim, Dra. Rinie, yang memutuskan seluruh rangkaian paripurna penyampaian hasil Ranperda Inisiatif DPRD tersebut ditunda. Jadwal baru akan dibahas dalam rapat Bamus DPRD mendatang. “Sehubungan hal tersebut, mengingat kondisi saat ini yang kurang kondusif dan untuk pencegahan penyebaran COVID-19 maka pelaksanaan rapat…

Selengkapnya
DPRD KOTIM 

Legislator Ini Himbau Warga Kotim Jangan Panik Dan Borong Kebutuhan Pokok

Sampit,-Masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur diminta tidak panik menghadapi wabah virus corona, apalagi dengan melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Tindakan itu justru merugikan semua pihak, terutama masyarakat menengah ke bawah karena yang melakukan aksi borong kalangan menengah ke atas. “Jangan panic buying atau memborong barang kebutuhan pokok dalam skala besar, karena merugikan semua pihak, terutama kelompok menengah ke bawah,” kata Anggota DPRD Kotim, Sutik, Jumat (20/3/2020) di Sampit. Masyarakat menengah ke bawah lanjut Sutik, tidak punya kemampuan untuk membeli barang kebutuhan pokok dalam jumlah besar. Mereka akan terkena dampak hal…

Selengkapnya