DPRD KOTIM 

Merasa Dicurangi, Calon Kades Tumbang Koling Mengadu Ke DPRD Kotim

Sampit,- Pilkades serentak di Kabupaten Kotawaringin Timur yang digelar di 48 desa di Kotim berjalan aman dan lancar kendatipun di kecamatan cempaga hulu tepatnya desa tumbang koling saat masih ditangguhkan lantaran diduga terjadinya kecurangan yang ditunggangi kepentingan politik oleh oknum caleg yang saat ini masih duduk di lembaga DPRD Kotim.

Kepada Wartawan calon dengan nomor urut 4 yang sebelumnya sempat dinyatakan menang oleh panitia pemilihan dengan memperolah suara 190 atas nama Dedy Krtiadi sementara nomor urut 1 yang memperolah suara 160 atas nama Iyul saat itu di posisi kedua.

“Saya saat selesai pemilihan bersama warga dan saksi saksi di TPS pun sudah menyaksikan perhitungan pertama sebelum datangnya camat cempaga hulu dan anggota dewan dari DPRD Kotim sudah di nyatakan memang namun sangat di sayangkan camat pada saat itu langsung masuk keruangan perhitungan suara bersama sekcam dan anggota DPRD Kotim menghitung kembali suara dan suara yang dinyatakan rusak oleh panitia pun sebanyak 65 lembar itu justru dikatakan camat itu tidak rusak bahkan itu di alihkan ke nomor urut 1 semua saya heran dan ini ada dugaan ada pemain politik “.ujar Dedy saat di bincangi di gedung DPRD Kotim .

Dia juga mengatakan setelah masuknya camat dan ambil alih semua tugas panitia empat calon kepala desa degan nomor urut 1 atas nama Iyul memperoleh suara terbanyak yaitu 225 ,nomor urut dua atas mana Saldi memperoleh 65 suara dan Yuliana dewi nomor urut 3 memperoleh suara 62 kemudian nomor urut 4 memperoleh suara 190 unggul setalah nomor urut satu dengan jumlah DPT 558 dengan jumlah surat suara 586 kemudian surat suara yang Syah sebanyak 542 ,tidak sah 9 dan yang tidak terpakai sebanyak 35 suara.

“Ini benar benar sudah tidak adil oleh sebab itu kami minta kepada Bupati Kotim untuk menangguhkan SK kepada nomor urut satu sebab sampai saat ini kami dari nomor urut 4 dan 3 belum bisa terima atas apa yang dilakukan oleh oknum camat dan oknum anggota dewan itu “ujar Dedy

Ditambahkan nya jika tidak dilakukan nya pemilihan Ulang atau membuka kembali surat suara yang rusak tersebut maka kami bersama ratusan warga tumbang koling akan kembali sambangi ke DPRD Kotim dengan jumlah yang lebih banyak ,guna mempertanyakan apakah wakil rakyat dan pejabat kecamatan itu tugasnya ,kami tidak melarang jika ingin memantau tapi jangan turut campur dalam tugas panitia akhirnya warga Koling yang di rugikan kami hanya minta keadilan saja,”tutur Dedy

Sementara anggota DPRD Kotim Alexis Esliter menyambut kedatangan puluhan. Warga tumbang koling tersebut di Kantor DPRD Kotim.

Menurut Alexius pihaknya berupaya menampung aspirasi masyarakat guna mencari solusi dan warga diminta untuk bersabar jangan sampai berbuat anarkis.

“Kami tampung laporan warga desa tumbang koling terkait permasalah Pilkades di desa mereka tersebut dan itu nantinya akan kami sampai kan kepimpinan dewaan setelah ada kaordinasi bisa saja semua pihak akan kita panggil,” tegas Alex.

BERITA TERKAIT

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: