DPRD KOTIM 

Jhon Krisli Sebut Ada Permainan Oknum PDI Perjuangan Di DPC

Sampit,- Ketua DPRD Kotim, sekaligus politikus PDI Perjuangan, Jhon Krisli merasa sudah terzolimi oleh oknum-oknum tertentu terkait tidak masuknya namanya dalam bursa Calon Anggota Legislatif (Caleg) periode 2019 sampai 2024 tersebut.

Dibincangi awak media, Jhon menilai, tidak dicantumkan namanya oleh PDI Perjuangan memang berdasarkan SK nomor 25 tahun 2018 yang mana merupakan kebijakan parpol, bagi para Caleg yang sudah tiga kali berturut-turut menjabat anggota legislatif di tempat yang sama, wajib mencalonkan diri ke jenjang yang lebih tinggi.

“Kita sadari ini adalah regenerasi, akan tetapi yang menjadi pertanyaan saya adalah, SK nomor 25 tersebut hanya berlaku bagi saya, sedangkan banyak kader-kader lain yang sama seperti saya masih bisa mencalonkan diri ditempat yang sama,” Ujarnya, Rabu (2/8/2018).

Selain itu menurutnya, aturan yang dibuat oleh Dewan Pimpinan Pusat tersebut diduga kuat di manfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk menjatuhkan sesama kader parpol.

“Kita menilai, SK tersebut sudah benar, tapi dalam hal ini kita melihat¬† adanya upaya oknum-oknum tertentu menggunakan kesempatan ini untuk menjatuhkan sesama kader, dan faktanya masih banyak kader yang bisa mencalonkan diri, meskipun sudah pernah tiga kali bahkan empat kali duduk di kursi legislatif,” Pungkasnya.

Jhon mengakui, dirinya sendiri dalam hal ini masih terus berusaha meminta tanggapan dari pihak DPP , agar ada kejelasan terkait SK nomor 25 tersebut dengan menyampaikan surat ke pusat.

BERITA TERKAIT

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: