DPRD KOTIM 

Kalapas Harus Tegas Terhadap Bawahan,Terkait Masalah Narkoba

Sampit,- Baru-baru ini penangkapan sekaligus pengungkapan kasus narkoba jenis sabu-sabu yang menyeret nama lembaga Pemasyarakatan Kelas II sampit, oleh pihak timsus Ditresnarkoba Polda Kalteng merupakan bagian dari upaya pemeberantasan narkoba di Kotim ini.

Mirisnya, bisnis haram yang dilakukan oleh HA , komandan jaga di lembaga itu menimbulkan pertanyaan besar, lantaran dia memasukan dan menyimpan serta mempraktikkan transaksi di dalam maupun di luar lapas.

Hal ini berdasarkan hasil penyelidikan pihak timsus Polda Kalteng yang mana sampai saat ini masih terus memburu AK, yang diduga kuat merupakan pemasok barang haram tersebut, AK juga disebut merupakan mantan Napi Lapas Kelas II sampit, yang mana baru satu bulan ini bebas.

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi I DPRD Kotim, Handoyo J Wibowo memberikan reaksi keras, dia menilai lapas tidak hanya kecolongan atas kejadian ini, melainkan tidak displin terhadap para pegawainya sehingga membuat coreng nama baik lembaga tersebut.

“Bayangkan, dia (HA) bisa mengendalikan sabu-sabu dari dalam lapas, dia memasukan dan bertransaksi dari dalam sampai keluar lapas, tanpa tercium oleh pihak lapas ada apa,” Ungkap Handoyo (9/7/2018).

Menurut Legislator partai Demokrat ini, Kepala Lapas Kelas II sampit harus tegas terhadap bawahannya, agar kejadian ini tidak terulang kembali di kemudian harinya.

“Tidak hanya evaluasi saja, bawahan yang sudah jelas menjadi tersangka dalam hal ini harus di berikan sanksi tegas, lapas merupakan wadah pembinaan, bukan untuk dijadikan tempat praktik jual beri narkoba,” Urainya.

Handoyo juga menyebutkan, kasus sabu-sabu yang mana dilakukan oleh oknum lapas, dan barbuk disimpan di lapas itu sendiri, merupakan catatan buruk bagi lembaga.

“Ini catatan buruk bagi kita semua, kami harap ini yang terakhir kalinya,” Tutupnya.

BERITA TERKAIT

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: