DPRD KOTIM 

Ketua DPRD Kotim, Dukung Statment Kapolri

Sampit,- Ketua DPRD Kotim, Jhon Krisli mendukung Statment tegas Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian yang menyatakan tak main-main akan mencopot para Kapolda dan Kapolres dari jabatannya apabila tidak bisa mengungkap kasus kejahatan jalanan seperti begal dan jambret.

“Benar apa yang dikatakan pak kapolri itu kalau misalnya dalam 1 bulan ada kejadian tapi tidak terungkap ya ganti lah. kapolres, Dirserse, kasat serse. Berarti dia enggak bisa kerja. Ditawarkan saja kepada yang mau, yang bisa kerja,” kata Jhon Krisli, Kamis (5/7/2018) di Sampit.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kotim ini juga sepakat dengan pola Kapolri yang akan menganalisis dan mengevaluasi rutin setiap minggu selama bulan Juli, untuk memantau perkembangan pengungkapan kasus begal dan jambret yang muncul di berbagai wilayah di indonesia.

“Pola analisis dan evaluasi yang akan dilakukan Kapolri sudah sangat tepat, hanya saja tinggal pelaksanaan nya yang harus merata disemua wilayah di indonesia termasuk di Provinsi Kalimatan Tengah (Kalteng) khususnya Kabupaten Kotawaringin Timur,” jelasnya.

Ketua DPRD Kotim Dua Perode ini juga mengatakan selama tahun 2016-2017 lalu sedikitnya ada puluhan aksi kejahatan jambret dan begal di Kabupaten Kotawaringin Timur, baik yang sudah dan belum diungkap oleh Kepolsian Resort Kotawaringin Timur.

“Termasuk istri saya sendiri yang mengalami dan menjadi korban pejambretan waktu itu di Kecamatan MB Ketapang, kasus ini juga sudah ditangani oleh polsek setempat, tapi sayangnya sampai saat ini belum ada titik terang,” ungkap Jhon.

Sebab itu ditambahkan Jhon, rencana analisis dan evaluasi dari Kapolri tersebut sudah sangat tepat dilakukan guna mempercepat teknis pengungkapan aksi kejahatan jambret dan begal, karena aksi kriminal ini tentu sangat meresahkan sekali bagi masyarakat.

BERITA TERKAIT

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: