DPRD KOTIM 

Jangan Terprovokasi, Biarkan Hukum Yang Selesaikan Kasus Di Desa Pondok Damar

Sampit,- Terkait kasus dugaan pengrusakan situs budaya berupa Sandung di Desa Pondok Damar, Kecamatan Mentaya Hilir Utara yang sudah terlanjur viral saat ini, Wakil Ketua DPRD Kotim Parimus, SE meminta semua lapisan masyarakat di Kotim ini untuk menahan diri.

“Jangan sampai kita semua terprovokasi, percayakan semuanya kepada penegak hukum, baik hukum formal maupun hukum adat yang mana saat ini masih dalam proses,” ungkapnya, Senin (9/4/2019).

Ketua DPC Partai Demokrat Kotim ini juga menilai kasus dugaan pengrusakan situs budaya dayak tersebut bisa diselesaikan melalui dua hukum yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur ini.

“Kita ikuti saja proses hukum yang berlaku, kita sama-sama kawal kasus ini agar tidak menjadi konflik, apalagi kita lihat pihak perusahaan yang bersangkutan sudah menyatakan siap bertanggungjawab atas insident tersebut,” lanjutnya.

Selain itu Parimus juga meminta agar pihak aparat penegak hukum bisa secepatnya menyelesaikan perkara ini agar tidak menimbulkan masalah besar dikemudian hari.

“Harapan kita secepatnya di selesaikan, lakukan konferensi pers terbuka, bersama pihak-pihak terkait, agar kasus ini tidak buyar,”tutupnya.

BERITA TERKAIT

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: