DPRD KOTIM 

Legislator Desak Pemda Tangani Kasus Dua Penembakan Warga

Sampit, -Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur, Kalteng Rimbun mendesak pemerintah daerah setempat untuk turut menangani penembakan dua warga di areal perkebunan sawit PT Bumi Sawit Kencana (BSK) Wilmar Group.

“Campur tangan pemerintah daerah sangat perlu karena korban penembakan yang diduga dilakukan oknum aparat dari satuan Brimob tersebut merupakan warga Desa Tangar, Kecamatan Kota Besi,” katanya di Sampit, Kamis (21/12).

Menurut Rimbun, dengan pemeeintah daerah ikut menangani permasalahan ini diharapkan kasusnya tidak terus berlarut.

“Pemerintah Kotawaringin Timur harus memperhatikan masalah ini dan menjadi penengah sehinga tidak menjadi polemik berkepanjangan yang mengakibatkan adanya pihak yang dirugikan,” katanya.

Perlunya peran pemerintah daerah dalam kasus ini mengingat lokasi lahan yang disengketakan antara perusahaan sawit PT BSK dengan kelompok masyarakat berada di wilayah Kotawaringin Timur. Selain itu, untuk memastikan status lahan tersebut.

Menurut Rimbun, masalah di PT BSK terkait sengketa lahan bukan kali pertama terjadi dan sudah berlangsung sejak beberapa tahun silam.

“Kalau itu hak perusahaan, pemerintah daerah bisa keluarkan data di atas meja sesuai tidak, kita harus profesional, kalau masyarakat dinilai salah tolong dipastikan, apakah itu lahan milik masyarakat atau perusahaan,” tegasnya.

Rimbun juga meminta agar aparat kepolisian dan pemerintah daerah bisa bersikap profesional. Saat ini belum bisa diketahui siapa yang benar dan siapa yang salah, karena masing-masing pihak punya argumen sendiri-sendiri.

Masing-masing pihak baik warga maupun perusahaan punya tanggapan sendiri. Warga menyebut klaim lahan yang mereka lakukan karena selama ini perusahaan tidak pernah menanggapi mereka hingga akhirnya mereka melakukan aksi di lapangan.

Sementara itu, di satu sisi baik perusahaan maupun aparat menilai penembakan terhadap dua orang warga itu karena mereka diduga melakukan pencurian sawit dan berupaya menyerang dengan senjata tajam, sehingga mereka ditembak, bahkan lima orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

BERITA TERKAIT