PEMKAB KOTIM 

Akhirnya Tiga Tempat Prostitusi di Kotim Resmi Pemerintah

Sampit,- Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur secara resmi menutup tiga tempat prostitusi yang ada di daerah tersebut pada Selasa (5/12/2017).

Tiga lokalisasi yang ditutup, yaitu Lokalisasi Jalan Jenderal Sudirman Km 12, Lokalisasi  Desa Mekar Jaya dan Bukit Harapan Parenggean, dan Lokalisasi Desa Tangar Kecamatan Mentaya Hulu.

Sebanyak 133  dari  total 239 wanita pekerja seks komersial (PSK) di tiga lokasi dipulangkan kedaerah masing-masing. Mereka yang dipulangkan merupakan PSK yang memiliki KTP dan juga sudah lama menghuni lokalisasi tersebut.

Wakil Bupati HM Taufik Mukri mengatakan penutupan lokalisasi ini merupakan program Pemerintah Kabupaten Kotim dan pemerintah pusat untuk memberantas praktek prostitusi sehingga pada tahun 2019 nanti tidak ada lagi tempat prostitusi di Indonesia.

“Penutupan lokalisasi ini bertujuan untuk menyelamatkan generasi penerus dari dampak negatif penyakit masyarakat. Selain itu juga untuk mencegah penularan penyakit yang diakibatkan oleh seks bebas di kalangan masyarakat,”sampainya

Sebelum dipulangkan ke daerah asal masing masing, ratusan pekerja seks komersial mendapat uang bantuan berupa jatah hidup Rp2,250 juta, bantuan stimulan ekonomi produktif Rp3 juta juta, dan transportasi lokal Rp250 ribu, atau total Rp5,5 juta. Uang itu baru bisa dicairkan saat PS telah tiba di kampung halamannya, yang dikirim melalui rekening.

“Dengan bantuan tersebut bisa dimanfaatkan oleh para PSK dengan baik,  baik itu untuk modal usaha atau yang lainya sehingga mereka tidak kembali lagi menjadi PSK,” Harapnya.

Sementara Kementerian Sosial mencatat, penutupan lokalisasi di Kabupaten Kotim  ini merupakan yang ke 119 dari 168 lokalisasi yang ada di seluruh Indonesia. Kementerian Sosial juga akan mendukung sepenuhnya pemerintah kabupaten dan kota di Indonesia yang akan menutup tempat pelacuran. Targetnya, Indonesia akan bersih dari tempat pelacuran pada tahun 2019 mendatang.

“Sampai saat ini kita sudah berhasil mendukung penutupan di Peleman yang ke 119. Ini akan kami catat dalam progres. Saat ini kami berhasil memulangkan lebih dari 22 ribu orang termasuk yang dari Kabupaten Kotim,” katar Sony W. Manalu, Direktur RSTS dan KPO (Korban Perdagangan Orang) Kemensos RI.

Selanjutnya, Pemerintah Kabupaten Kotim akan tetap melakukan pemantauan terhadap tiga lokalisasi tersebut agar mereka tidak kembali melakukan praktek prostitusi. Pemkab Kotim akan menempatkan petugas selama beberapa bulan ke depan.

BERITA TERKAIT

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: