DPRD KOTIM 

Menteri PPA dan Bupati Deklarasikan Kotim Sebagai Kota Layak Anak

Keterangan Foto – Bupati Kotawaringin Timur, H. Supian Hadi Menerima Penghargaan Kabupaten Layak Anak dari Menteri PPPA RI, Yohana Yembesi.
Sampit,- Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise bersama Bupati Kotim Supian Hadi mendeklarasikan Kotim sebagai kota layak anak dan Kampanye Bersama Lindungi Anak Indonesia (BERLIAN) di Gedung Serbaguna, Sampit Selasa (21/11/2017).
Deklarasi Kotawaringin Timur sebagai kota layak anak dan kampanye BERLIAN ini ditandai dengan penandatanganan naskah deklarasi. Acara ini disaksikan kepala SOPD Kabupaten Kotawaringin Timur, TNI/Polri, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Di hadapan ratusan anak-anak, Yohana Yembise memberi dukungan penuh bagi kemajuan anak-anak Indonesia. Pada kesempatan itu, Yohana juga mengapresiasi penampilan para anak-anak itu. Dia menekankan pentingnya pendidikan, kesehatan dan ruang berkembang bagi anak.
“Tidak boleh ada kekerasan untuk anak. Mereka adalah aset bagi bangsa. Kita harus perhatikan betul itu,” ujar Yohana seusai deklarasi.
Yohana mengatakan, ada 301 kabupaten/kota di Indonesia yang telah mendeklarasikan diri menuju kota layak anak. Namun, Yohana mengakui, kabupaten/kota ini belum sepenuhnya memenuhi syarat sebagai kota layak anak.
Karena ada 31 indikator yang harus dipenuhi, seperti ketersediaan ruang terbuka ramah anak, tidak adanya kekerasan terhadap anak, berbagai peraturan daerah yang mendukung perhatian terhadap anak dan lain sebagainya.
Menteri asal Papua ini juga meminta Bupati Kotim untuk berkomitmen mengembangkan kehidupan anak-anak dengan memperhatikan segala aspek terutama dalam hal perlindungan anak.
Dalam kegiatan ini, Menteri Yohana juga menyerahkan piagam penghargaan Deklarasi Kotawaringin Timur sebagai kota layak anak kepada Bupati Kotim Supian Hadi.
Bupati Kotim Supian Hadi mengatakan, Pemkab mendukung semua upaya-upaya peningkatan perlindungan kepada anak-anak se-Kabupaten Kotawaringin Timur. Komitmen itu, kata lanjutnya dengan menambah anggaran untuk pos pendidikan gratis sehingga anak-anak di kotim tidak ada lagi alasan untuk tidak bersekolah.

BERITA TERKAIT

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: