DPRD KOTIM 

Legislator Temukan Proyek Jalan Dikerjakan Asal Jadi

Sampit, – Anggota DPRD Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah yang melakukan reses di daerah itu menemukan proyek pemerintah pengaspalan jalan yang dikerjakan asal jadi karena tidak sesuai dengan volume.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur Muhammad Shaleh di Sampit, Kamis mengatakan, proyek pemerintah pengaspalan jalan tersebut di wilayah Jalan Kapten Mulyono, Gang Keluarga, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit.

“Kita katakan tidak sesuai volume karena proyek pengaspalan jalan itu tidak didahului dengan pengerasan dan penimbunan agregat. Padahal secara teknis jalan itu sebelum diaspal harus ditimbun dan dikeraskan terlebih dahulu,” terangnya.

Proyek tersebut ditemukan saat rombongan anggota DPRD Kotawaringin Timur dari daerah pemilihan (Dapil) II seperti Hero Harapanno Mandouw, M Shaleh, Hari Rahmad Panca Setia, Jainudin Karim, Debi Sartika dan Rina Rahayu melakukan reses ke wilayahnya.

Shaleh menduga proyek tersebut memang dengan sengaja dikerjakan asal jadi karena pekerja langsung melakukan pengaspal meski tidak dilakukan pengerasan.”Padahal sudah saya sampaikan ke pihak Dinas Pekerjaan Unum dan Penataan Ruang (PUPR) Kotawaringin Timur, tapi kenapa tetap dikerjakan seperti ini,” katanya.

Shaleh mendesak agar proyek pengaspalan yang terindikasi terjadi pelanggaran tersebut untuk dihentikan dan Dinas PUPR harus bertanggungjawab ketika pekerjaan itu tidak sesuai harapan.”Saya yakin jalan itu tidak akan bertahan lama, ini hanya akal-akalan saja, saya minta proyek tersebut dikerjakan sesuai harapan jika tidak kami akan ambil tindakan karena dikerjakan asal jadi,” ucapnya.

Tidak hanya pekerjaan infrastruktur jalan itu saja yang menjadi sorotan anggota DPRD yang melakukan reses, tapi juga pengerjaan jembatan box di Jalan Bumi Ayu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit.

Proyek pengerjaan jembatan box tersebut hingga memasuki akhir tahun ini belum segnifikan, padahal dananya mencapai miliaran rupiah.”Banyak pekerjaan yang tidak beres, khususnya di wilayah perkotaan ini, kalau tidak diperbaiki kami akan panggil dinas teknisnya,” demikian Shaleh.

BERITA TERKAIT

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: