PEMKAB KOTIM 

Bupati Ingatkan Seluruh Kepala SOPD Jaga Kemitraan Dengan DPRD

Keterangan Foto – Bupati Kotim Supian Hadi saat menghadiri sidang paripurna istimewa pelantikan Pengganti Antar Waktu (PAW), dua anggota DPRD Kotim Supriadi dan Sarjono di ruang rapat Paripurna DPRD Kotim, Senin (22/08/2017).(Setwan)

Sampit,- Bupati Kotim, Supian Hadi mengingatkan kepada seluruh Kepala SOPD dilingkungan Pemerintah Daerah, untuk terus menjaga kerjasama kemitraan yang baik dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur, karena syarat pertama membangun daerah adalah kerjasama yang baik dan jujur antara eksekutif dan legislatif.

“Jangan pernah berseteru dengan anggota DPRD terus jaga situasi dan kondisi hubungan yang sudah harmonis kepada jajaran Wakil Rakyat di Lembaga legisaltif ini, biarkan para anggota DPRD menjalankan tiga fungsi penting dalam roda pemerintahan diantaranya legislasi, budgeting, dan pengawasan,” ungkapnya.

Pesan ini disampaikan Bupati Kotim Supian Hadi saat menghadiri sidang paripurna istimewa pelantikan Pengganti Antar Waktu (PAW), dua anggota DPRD Kotim Supriadi dan Sarjono di ruang rapat Paripurna DPRD Kotim, Senin (22/08/2017).

Supian Hadi mengatakan, menjalankan roda pemerintahan eksekutif dan legislatif harus mampu berjalan searah dan membawa arah pembangunan yang baik serta dapat dilaksanakan tanpa memunculkan persoalan baru dikemudian hari.

“Kabupaten Kotim sendiri memiliki potensi dan sumberdaya alam yang tidak kalah dengan daerah lain, tinggal lagi bagaimana kita bersama-sama bahu membahu memanfaatkannya dan mencarikan solusi yang terbaik ditengah sulitnya dunia investasi saat ini,” jelasnya.

Ditegaskannya, melaksanakan pembangunan harus cepat dan tidak boleh terlalu bersantai. Kekurangan dana tidak boleh menjadi kendala dalam membangun karna harus kreatif dan inovatif mencari dana dari luar serta mewujudkan investasi masuk di kotim.

Supian Hadi menambahkan, sebenarnya masyarakat tidak banyak tuntutan, walaupun hidup sangat sederhana tidak banyak tuntutan asalkan anaknya bisa sekolah, kalau sakit berobat tidak menngeluarkan biaya dan memiliki pekerjaan yang layak dan tetap.

BERITA TERKAIT