DPRD KOTIM 

Dewan Akan Pangggil DLH Soal Dugaan Pencemaran Air Sungai Bunut

Sampit, – Komisi II DPRD Kotim akan memanggil instansi terkait yang bertanggung jawab terhadap terjadinya pencemaran limbah Sawit, yakni Dinas Lingkungan Hidup (BLH) dalam waktu dekat.

Sebelumnya, dewan melihat langsung dokumentasi yang diterima pihaknya air sungai bunut desa rubung buyung kecamatan cempaga berubah kehitaman dan sejumlah ikan air tawar mati diduga akibat pencemaran limbah sawit PT.Sinar Citra Cemerlang (SCC).

“Kita sudah jadwalkan untuk pemanggilan instansi terkait dalam waktu dekat. Kita akan tetap menindaklanjuti temuan itu,” kata Ketua Komisi II DPRD Kotim Rudianur, Kamis (10/8) usai melakukan kunjungan ke Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Tengah.

Kata Rudi, pemanggilan instansi perlu, untuk mempertanyakan apakah kematian ikan-ikan air tawar itu akibat dari pencemaran limbah pabrik perusahaan, jika positif disebabkan karena limbah. Tentu, apa penanganannya ke depan serta antisipasi yang akan diambil akan dipertanyakan.

Keterangan Foto – Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), saat melakukan kunjungan dan silahturrahmi ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimatan Tengah, untuk menyampaikan langsung dugaan kebocoran limbah perusahaan PT. SCC.(Ist)

Disinggung soal adanya kesepakatan warga terkait kompensasi, kata Rudi, tidak akan menghentikan niat Dewan untuk melakukan pemanggilan. Kompensasi beda urusannya dengan temuan pencemaran. Pencemaran yang terjadi dianggap sudah bentuk pelanggaran, yang bisa berkonsekuensi hukum.

“Limbah kan ada ketentuan yang mengatur tentang itu. Ibarat hukum pidana, biar pun perdamaian sudah didapatkan, pidananya tetap jalan,” papar Politisi Golkar Kotim ini.

Rudianur yang saat itu memimpin kunjungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) bersama sejumlah anggota Komisi II lainnya bermaksud untuk melaporkan hasil temuan tersebut kepada Pemprov Kalteng.

“Kunjungan sekaligus silahturrahmi kami ke DLH Provinsi Kalteng kemarin disana kami mendapat banyak masukan dan saran untuk menindaklanjuti dugaan pencemaran limbah itu, DLH Pemprov juga meminta untuk diberikan sanksi tegas kepada pihak perusahaan yang bersangkutan jika benar melakukan pencemaran lingkungan,” jelas Rudi.

Hasilnya DLH Pemprov Kalteng meminta diberikan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku kepada pihak perusahan, apabila memang terjadi kebocoran limbah sampai dengan tercemarnya air sungai, seperti yang disampaikan warga desa rubung buyung kecamatan cemapaga kotim.

 

BERITA TERKAIT

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: