DPRD KOTIM 

Anggota Dewan Ini Minta PDAM Sampit Tingkatkan Layanan

Foto-net

Sampit,– Ketua Komisi II DPRD Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah Rudianur meminta Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Dharma Tirta Sampit untuk meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan terutama dalam pendistribusian air bersih.

“Wajar jika kami menuntut adanya peningkatan pelayanan terhadap pelanggan karena mulai tahun anggaran 2017 ini PDAM Sampit mendapat tambahan modal dari pemerintah daerah sebesar Rp32 miliar,” katanya di Sampit, Sabtu (29/4).

Rudianur mengungkapkan, tambahan modal sebesar Rp32 miliar tersebut nantinya akan disalurkan secara berhatap, yakni selama lima tahun kedepan atau hingga 2020 nanti.

Pada tahun anggaran 2017 ini akan diberikan sebesar Rp6 Miliar, kemudian pada tahun 2018 nanti sebesar Rp10 miliar, tahun anggaran 2019 sebesar Rp10 miliar, dan di tahun anggaran 2020 sebesar Rp8 Miliar, sehingga total keseluruhannya sebesar Rp32 miliar.

Selain peningkatan pelayanan dengan kelancaran distribusi air bersih terhadap pelanggan, PDAM Sampit juga diminta untuk memberikan layanan berupa melayani sambungan baru, yang saat ini daftar tunggunya telah mencapai ribuan pelanggan.

”Memang kita tidak dapat sepenuhnya menyetujui anggaran penyertaan modal yang diusulkan pihak PDAM, yakni sebesar Rp72 miliar. Namun setidaknya separoh dari usulan itu sudah kita berikan. Maka dari itu kami berharap pelayanan harus semakin baik,” katanya.

Rudianur juga meminta agar komitmen dari jajaran direksi PDAM Sampit, yakni apabila tidak mampu menujukkan perubahan ke arah yang lebih baik hingga 2020 nanti, maka hendaknya mengundurkan diri.

”Seperti saat kami melakukan kunjungan kerja ke beberapa daerah belum lama ini, kalau memang tidak mampu mengelola dengan baik maka mereka perlahan mengundurkan diri jadi Direktur PDAM. Saya berharap nantinya juga terjadi di Kotawaringin Timur,” ucapnya.

Politikus Partai Golkar itu juga mengakui soal distribusi air bersih ke rumah warga adalah persoalan lama. Memang lanjutnya, yang mendasari masalah itu adalah keterbatasan modal PDAM untuk menambah kapasitas produksi air bersih.

Selain terbatasnya kapasitas produksi air bersih, kendala lain yang saat ini sedang dihadapi PDAM Sampit adalah masalah sudah tuanya jaringan, sehingga apabila dipaksakan untuk pendistribusian dalam jumlah besar maka akan berakibat pada kerusakan jaringan.

 “Makanya dengan adanya tambahan dana penyertaan modal ini daftar tunggu PDAM yang jumlahnya belasan ribu itu harus bisa diselesaikan, dan perbaikan jaringan yang sifatnya mendesak, yakni perbaikan dilakukan pada titik rawan kerusakan,” ungkapnya.

 

BERITA TERKAIT

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: