DPRD KOTIM 

Legislator Minta Sekolah Berhati-Hati Lakukan Pungutan

Foto-net

Sampit,-Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah Rimbun meminta kepada sekolah di daerah itu untuk berhati-hati dalam melakukan pungutan saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

“Agar tidak salah sebaiknya Dinas Pendidikan setempat  mengawal ketat panitia PPDB agar tidak melakukan hal yang  mengarah pada pungutan liar (Pungli,” katanya di Sampit, Selasa (25/4).

Rimbun mengungkapkan, dengan adanya pendampingan dari pihak Disdik diharapkan sekolah bisa terhindar dari Pungli.

Semua item yang dapat menjerat pihak sekolah karena dianggap Pungli harus dihindari, sebab jika tidak maka dapat akan dianggap melanggar hukum.

“Kami mengingatkan ini, agar jangan sampai di tahun ajaran baru nanti ada panitia yang kena ciduk  Satgas Saber Pungli,” katanya.

Sekolah dianggap tidak perlu melakukan pungutan saat PPDB agar tidak merugikan masyarakat. Sebab, pemerintah telah menganggar dana melalui APBD kabupaten maupun APBN untuk kegiatan sekolah.

”Kalau alasan bangun kelas baru atau bangun pagar sekolah segala macam itu jangan ada lagi. Tapi kalau mau coba-coba silakan tanggung sendiri ketika sudah diproses hukum,” ucapnya.

Rimbun mengharapkan, tahun ajaran baru ini tidak diributkan lagi soal pungutan. Seperti pungutan uang bangku dan uang pembangunan. Apalagi berstatus  sekolah negeri.

Sebelum melakukan pungutan, sebaiknya pihak sekolah mengkonsultasikan atau koordinasi dengan pihak Satgas Saber Pungi, apakah pungutan yang akan diberlakukan tersebut melanggar hukum atau tidak.

”Harapan kita orangtua murid jangan diberatkan dengan adanya pungutan. Tugas kita bersama adalah menjaga agar jangan sampai ada kasus anak putus sekolah karena adanya pungutan di proses penerimaan siswa baru,” tegasnya.

Program belajar pihak sekolah hendaknya sejalan dengan visi-misi pemerintah daerah, yakni menciptakan pendidikan yang terjangkau.

BERITA TERKAIT

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: