DPRD KOTIM 

Legislator Dukung Polisi Tertibkan Pengendara Di Bawah Umum

Sampit,– Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah Rimbun mendukung aparat kepolisian daerah itu menertibkan pengendara di bawah umur.

“Anak di bawah umur mengendarai kendaraan tidak hanya membahayakan dirinya sendiri, nemun juga membahayakan pengguna jalan lainnya. Untuk itu saya sangat setuju keberadaan mereka ditertibkan,” katanya di Sampit, Senin (10/4).

Rimbun mengungkapkan, emosi anak di bawah umur sering tidak stabil, sehingga tidak dibenarkan mengendarai kendaraan.

Pengawasan dan bimbingan orangtua sangat penting agar anak tidak dengan bebas mengendarai kendaraan, sebab hal itu dapat membahayakan jiwanya.

“Saya harap orangtua tidak memberikan kebebasan terhadap putra-putrinya mengendarai kendaraan agar mereka bisa terhindar kecelakaan,” katanya.

Lebih lanjut Rimbun mengatakan, berdasarkan informasi kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Kotawaringin Timur selama ini didominasi oleh kalangan pelajar dan anak di bawah umum. Hal itu menunjukan jika mereka belum dapat dipercaya mengendarai kendaraan di jalan raya.

“Yang jelas, peran orangtua sangat diperlukan dalam mencegah anak di bawah umur mengendaria kendaraan. Jika alasan sekolah, orangtua hendaknya mengalah melakukan antar jemput anak ke sekolah dari pada mereka harus mengendarai kendaraan,” ucapnya.

Rimbun juga meminta kepada aparat kepolisian untuk bersikap lebih tegas serta memberikan sanksi terhadap anak di bawah umur mengendarai kendaraan.

Sementara itu, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Kotawaringin Timur AKP Boni Ariefianto mengatakan, pengendara sepeda motor di Sampit masih banyak yang tidak taat aturan berlalu lintas, khususnya banyak anak di bawah umur yang mengendarai sepeda motor.

“Sebagian pengendara motor yang terjaring razia adalah anak di bawah umur,” terangnya.

Boni meminta perhatian masyarakat untuk tidak mengizinkan anak mereka mengendarai sepeda motor karena ini sangat berbahaya.

Pengendara di bawah umur melakukan berbagai bentuk pelanggaran seperti tidak mengenakan helm, tidak bisa menunjukkan surat izin mengemudi dan surat tanda nomor kendaraan, maupun tidak lengkapnya peralatan kendaraan.

”Bagi anak di bawah umur, kami memanggil orangtua mereka datang ke kantor polisi agar dapat mengarahkan anaknya supaya tidak mengendarai sepeda motor karena belum cukup umur,” jelasnya.

Masih banyaknya anak di bawah umur mengendarai sepeda motor, menjadi perhatian serius kepolisian. Berdasarkan data selama ini, angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kalangan pelajar di Kotawaringin Timur cukup tinggi.

“Berdasarkan data, kecelakaan lalu lintas di Kotawaringin Timur pada 2016 lalu sebanyak 215 kasus. Jumlah itu naik tajam dibanding tahun 2015 yang hanya 183 kasus kecelakaan lalu lintas. Jumlah korban meninggal dunia juga sedikit meningkat dari 47 menjadi 48 orang,” demikian Boni.

 

BERITA TERKAIT

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: