DPRD KOTIM 

Komisi IV DPRD Kotim, Akhirnya Panggil KSOP Sampit “Soal Tongkang Tabrak Lanting Warga”

Sampit,- Upaya penegakan keadilan terus dilakukan jajaran Komisi IV DPRD Kotim, untuk warga kotim yang menjadi korban akibat hanyutnya tongkang Terang 310 yang tambat di Sungai Mentaya (Kotim). Selasa (14/7/2018) pihak Komisi IV DPRD Kotim, memanggil pihak Kantor Kesyahbandaraan Otoritas Pelabuhan (KSOP) untuk dimintai keterangan terkait peristiwa, yang membuat sejumlah lanting dan perahu imbal warga rusak dan tenggelam. Dalam pertemuan itu hadir langsung Kepala kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Kalimantan Tengah (Kalteng), Toto Sukarno didampingi dua orang staf KSOP Sampit. Toto Sukarno mengatakan KSOP sudah…

Selengkapnya
DPRD KOTIM 

Sidak Kasus Tongkang Galian C, Komisi IV Sebut Ada Keteledoran KSOP

Sampit,- Kasus Tongkang Galian C yang baru-baru ini menabrak lanting-lanting warga dan bahkan pemukiman warga di sekitar jalan Iskandar IX, Kecamatan MB Ketapang tersebut dinilai oleh Pihak Komisi IV DPRD Kotim lantaran keteledoran pihak Kantor Ksyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) sampit. Hal ini diungkapkan oleh tiga orang anggota dewan setempat yang terdiri dari Ketua Komisi IV, Sanidin, dan dua anggota lainnya yakni Hari Rahmat Paca Setia, serta Muhammad SShaleh ketika lakukan sidak langsung di TTKP Senin (13/8/2018) tadi siang. “Tadi malam kami mendapat laporan langsung dari masyarakat sekitar yang merasa dirugikan…

Selengkapnya
PEMKAB KOTIM 

Wakil Bupati Kotim Sepakat, Vaksin MR Ditunda

Sampit,- Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Kalimantan Tengah (Kalteng), HM Taufiq Mukri meminta supaya pemberian vaksin Imunisasi Measles Rubella (MR) dihentikan sementara waktu. Sebab menurutnya, polemik yang terjadi lantaran adanya pernyataan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan vaksin MR belum bersertifikat hallal. “Pemerintah kabupaten Kotim masih menunggu kepastian Informasi dari Pemerintah Pusat untuk masalah Vaksin MR ini,” ucap Taufiq Mukri. Selain itu, Wakil Bupati dua priode ini, mengatakan, saat ini Pemkab Kotim belum memperoleh informasi berkaitan kejelasan vaksin MR tersebut baik dari Kementerian terkait maupun dari MUI. Taufiq juga berharap…

Selengkapnya
DPRD KOTIM 

Polemik Vaksinasi MR, DPRD Kotim Minta Dinkes Tunggu Fatwa MUI

Sampit,- Terkait adanya polemik imunisasi Campak/Measles Rubella (MR), Wakil Ketua I DPRD Kotim, H.Supriadi MT meminta Pemerintah Daerah setempat melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotim menunda pemberian vaksin hingga adanya fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Supriadi menuturkan, pihaknya dari awal sudah menyampaikan untuk sementara menunda penyuntikan MR, sampai ada fatwa MUI terbaru yang menyatakan vaksin MR itu halal atau haram. “Mungkin juga anak kita itu ada rasa takut dan ragu tentang vaksin MR yang tersuntik ke tubuhnya,” ujar Supriadi melalui keterangan tertulisnya, Selasa (7/8/2018). Menurut Politisi Golkar ini, hal ini…

Selengkapnya
DPRD KOTIM 

28 Tahun Diusulkan, Akhirnya Jembatan Penghubung Desa Ramban Rampung Dibangun

Sampit,- Setelah lebih dari duapuluh delapan tahun diusulkan masyarakat, pembangunan jembatan senilai Rp. 16 miliar penghubung antara tiga Desa di Kecamatan Teluk Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur akhirnya rampung dibangun. Wakil Ketua DPRD Kotim, Supriadi MT dikonfirmasi Senin (6/7/2018) mengungkapkan keinginan masyarakat terhadap pembangunan jembatan sungai ramban tersebut dimulai sejak tahun 1990-an, bahkan usulan tersebut sudah masuk program Musrenbang sampai belasan kali. Akan tetapi karena terbentur anggaran pemerintah yang terbatas, proses pembangunannya terus ditunda. ditahun 2013 lalu pembangunan mulai dikerjakan melalui anggaran APBD, sehingga tepat di tahun 2018 ini jembatan akhirnya…

Selengkapnya
DPRD KOTIM 

Jhon “19 Tahun Saya Di PDI Perjuangan”

Sampit,-Meskipun sudah dipastikan tidak bisa ikut bertarung dalam Pemilihan Legislatif , di pemilu tahun 2019 nanti. Jhon Krisli sudah menyatakan sikap politiknya dengan tegas. Hasil wawancara awak media Kamis , (2/8/2018) tadi siang, Jhon sudah memastikan, bahwa dirinya tidak akan meninggalkan PDI Perjuangan. Pria yang masih menjabat sebagai Ketua DPRD Kotim inipun menyatakan hal yang dialaminya saat ini adalah hal yang biasa dalam dunia perpolitikan. “Ini hal yang biasa dalam dunia politik, namun selagi kita bisa mencari keadilan dan juga kepastian, wajar saja, selama itu tidak bertentangan dengan kebijakan partai,”…

Selengkapnya
%d blogger menyukai ini: