HUKUM DAN KRIMINAL 

Jawaban Polisi Mengapa Kasus Kematian Nur Fitri Baru Terungkap Setelah 3 Tahun Jadi Misteri

Sampit – Kasus kematian Nur Fitri yang diduga dibunuh oleh suami sirinya BH alias AC (60) baru terungkap setelah genap tiga tahun menjadi misteri.

Jajaran Polres Kotawaringin Timur (Kotim) memberi alasan mengapa penyelidikan kasus yang membuat korban tewas itu relatif lama.

“Proses penyelidikan ini memang lama, karena ada satu alat bukti yang terputus. Sehingga rangkaiannya menjadi tidak nyambung,” ujar Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin, Rabu, 14 Oktober 2020. 

Hak ini membuat pihaknya harus kembali membuat tim kecil untuk penanganan kasus tersebut. Terutama menyambung rangkaian alat bukti yang terputus tersebut. Sehingga, bisa mengetahui rangkaian kasus dan siapa pelaku dari aksi penganiayaan hingga menghilangkan nyawa seseorang tersebut. 

Pihaknya juga meneliti kembali berkas perkara dan berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum. Hal itu dilakukan sebagai bentuk untuk pengungkapan kasus pembunuhan tersebut. 

Setelah dilakukan penyelidikan mendalam, dan tidak sampai 1 tahun dirinya menjabat sebagai Kapolres Kotim. Akhirnya kasus pembunuhan tersebut bisa terungkap. 

“Dari alat bukti tersebut, kami berkeyakinan pelakunya adalah suami siri korban sendiri,” terang Jakin. 

Namun hal itu tidak diakui oleh tersangka. Bahkan AC sendiri sering memberikan keterangan yang berbeda-beda. Hal itu bukan menjadi masalah bagi kepolisian. Karena mereka melakukan pembuktian melalui alat bukti dan proses penyidikan. 

“Sebagaimana tercantum dalam pasal 84 kitab UU hukum acara pidana. Jadi pengakuan tersangka tidak kami butuhkan, yang kami kejar adalah pembuktian. Di persidangan nanti akan terbukti semua,” terang Jakin. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)

BERITA TERKAIT