DPRD KOTIM 

Guru Honorer Sekolah Nasibnya Memprihatinkan, Kata Wakil Ketua DPRD Kotim

Sampit – Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur, H Rudianur menyebut, nasib guru honorer yang digaji dari dana  Bantuan Operasional Sekolah (BOS), memprihatinkan.  

Menurutnya, masih banyak guru yang kesejahteraannya tidak diperhatikan bahkan dalam sebulan ada yang menerima hanya Rp 500 ribu per bulan. 

“Selama pandemi Covid-19 inipun ada kabarnya gajih honorer sekolah yang di potong oleh kepala sekolahnya,” katanya, Senin, 28 September 2020.

Masih menurutnya, kesejahteraan guru adalah hal yang  harus diperhatikan dan diprioritaskan pemerintah setempat. “Ini pekerjaan lama yang tidak pernah terselesaikan dan harus jadi perhatian,” tukas Rudianur.

Ia berharap, aspek kesejahteraan  tenaga pendidik ini bisa diperhatikan. Dia juga ingin pengangkatan tenaga honorer sekolah dari dana BOS ke honorer dana kabupaten bisa direalisasikan. Apalagi, sambungnya, pemerintah kabupaten sudah menjanjikan itu sejak lama.

“Pemerintah ada janjinya bahwasanya akan mengangkat tenaga honorer BOSDA ke tenaga kontrak daerah, dan itu janjinya dilaksanakan mulai tahun 2020. Semoga saja itu bukan sekadar janji tetapi ini dibuktikan,” tegasnya. (NACO/B-7) 

BERITA TERKAIT