DPRD KOTIM 

Legislator Ini Minta Pemda Antisipasi Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok

Sampit,- Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Hj. Darmawati mengatakan Pemerintah Daerah melalui instansi yang membidangi untuk mengantisipasi kenaikan harga-harga bahan pokok akibat kelangkaan yang bisa saja terjadi di tengah pandemi Covid-19

“Pemkab Kotim harus merancang langkah antisipasi kenaikan harga akibat kelangkaan bahan pokok seperti ayam, bawang, dan sebagainya,” kata, Darmawati, Senin (1/6/2020) di Sampit.

Menurut legislator golkar ini hal tersebut bisa saja terjadi bukan hanya karena kebutuhan masyarakat yang meningkat sebab kebanyakan diam di rumah saja, tetapi juga semakin ketatnya penjagaan petugas di posko-posko perbatasan wilayah.

“Semakin ketatnya penjagaan paling tidak akan mengakibatkan sedikit antrean. Walaupun tidak sampai disuruh putar balik misalnya, pengecekan di perbatasan juga memerlukan waktu,” tuturnya.

Yang akan merasakan dampak langsungnya menurut Darmawati tentu saja adalah masyarakat luas,”Kasihan masyarakat, terutama yang membuka usaha warung makan kalau bahan-bahan menjadi mahal, apalagi kalau langka,” ungkapnya.

Ditambahkannya, Fluktuasi harga sejumlah komoditas, termasuk bawang memang sudah sering terjadi. Hal ini imbas pasokan harus didatangkan dari luar daerah lantaran suplai dari petani lokal belum sepenuhnya mampu memenuhi permintaan.

“Ketika pasokan terhambat dan berpengaruh terhadap stok, biasanya harga mulai naik. Harga akan berangsur turun ketika pasokan dan stok kembali normal dan mampu memenuhi permintaan,” jelas Darmawati.

Sementara itu berdasarkan pantauan kaltengtoday.com, harga bawang di pasar tradisional di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Senin 1 Juni 2020 pagi, melambung tinggi hingga dikeluhkan pembeli.

Seperti di Pasar Keramat, harga bawang merah dijual berkisar Rp70.000/kg, sedangkan bawang putih Rp35.000/kg. Harga ini jauh lebih tinggi dibanding kondisi normal yang biasanya hanya Rp24.000/kg bawang merah dan Rp20.000/kg bawang putih.

“Kalau untuk usaha warung makan seperti kami, kenaikan ini cukup terasa karena kami membeli cukup banyak dibanding orang yang hanya untuk kebutuhan di rumah sendiri,” ungkap Ani salah warga yang memiliki usaha warung makan di Sampit.

Dia mengeluhkan harga bawang masih tinggi, bahkan cenderung terus naik. Kenaikan sudah terjadi sejak bulan suci Ramadhan dan hingga usai Lebaran Idul Fitri ini harga bawang belum juga turun.

Kenaikan harga bawang juga terjadi di pasar lainnya meski dengan harga beragam seperti di Pusat Perbelanjaan Mentaya dan Pasar Subuh. Secara umum, harga bawang di pasar saat ini jauh lebih tinggi dibanding saat kondisi normal. 

sumber : kaltengtoday.com

BERITA TERKAIT