DPRD KOTIM 

Terdampak Covid-19, Asosiasi Guru PAUD Kotim Mengadu Ke DPRD

Sampit – Ikatan Guru Raudatul Atfal (IGRA) setingkat pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Senin (13/4/2020), mengadu ke kantor DPRD Kotim karena sudah tidak lagi menerima gaji selama wabah Covid-19.

Kedatangan para guru perempuan tersebut disambut langsung oleh Ketua DPRD Kotim Dra. Rinie, Sekertaris Komisi III Bidang Pendidikan H. Bardiansyah dan H. Bunyami.

Para guru itu menyampaikan keluhannya terkait upah yang seharusnya diterima  mereka setiap bulan tidak lagi berjalan normal selama wabah covid-19 dan  sudah berlangsung selama satu bulan lebih.

“Kita sudah tidak lagi menerima gaji karena siswa dan siswi diliburkan sementara orang tua murid pun tidak membayarkan uang SPP, sedangkan kami pihak sekolah tidak bisa memaksa orang tua murid untuk membayar, apa lagi dengan keadaan seperti ini,” ungkap Ketua IGRA Kotim, Idawati Ratmi, S.Pd.

Sementara itu, Ketua DPRD Kotim, Rinie mengatakan, pihaknya sudah menampung aspirasi yang disampaikan para guru dan akan segera mengambil langkah-langkah konkrit untuk menindak lanjuti dari keluhan yang disampaikan.

“Tadi kami sudah sampaikan agar mereka IGRA ini menyurati pihak Kementerian Agama (Kemenag) karena mereka dibawah Kemenag, nanti tembusannya ke DPRD dan Pemda sehingga akan kami akan carikan solusinya nanti bersama pihak eksekutif,” ungkapnya.

Rinie menegaskan persoalan ini secara spesifik akan ditangani langsung oleh Komisi III yang membidangi pendidikan, dan tentunya DPRD dalam hal ini akan menyesuaikan dengan Perda Diniyah  yang sebelumnya sudah disahkan, dalam perda itu sudah diatur semuanya terkait insentif yang akan diperoleh guru dari pemerintah daerah.

“Kemarin Perda Diniyah sudah kami sah kan,  nanti akan kami lihat dulu ini para guru RA masuk dalam spesifikasi penerima bantuan dari pemerintah daerah apa tidak, kalau pun tidak,  akan kita akan tetap carikan solusi yang baik bagaimana nanti kedepannya,” jelas Rinie.

Ditambahkan, Politisi PDI-Perjuangan ini juga memang serba salah satu sisi para guru RA ini mendapat gaji mereka dari para orangtuanya siswa, disatu sisi lagi orangtua murid ini juga terdampak dari adanya wabah covid-19 saat ini, sehingga persoalan ini memang harus segera disikapi secara bijak,”Demikian Rinie.

sumber : kaltengtoday.com

BERITA TERKAIT