DPRD KOTIM 

DPRD Kotim: Konflik Lahan Akan Jadi Bom Waktu

Sampit – Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Rudianur melihat beberapa potensi masalah besar ke depan yang akan menjadi bom dan menyulut konflik.

“Terutama terkait kasus sengketa perusahan dan masyarakat lokal,” kata Rudianur, 17 Februari 2020.

Konflik itu harus dicegah. Bahkan dia tidak bisa membayangkan jika arus aksi demonstrasi itu terjadi secara masif.

Kondisi ini tentu akan menganggu investasi sekaligus kondusifitas daerah ini secara panjang. Apalagi menjelang pemilihan kepala daerah ini.

Kekhawatiran Rudianur sangat beralasan, apalagi setelah melihat aksi massal masyarakat menuntut perusahaan perkebunan. 

Persoalan itu tidak hanya pada satu masalah saja, tapi di antaranya masalah realisasi kewajiban plasma, sengketa lahan antara perusahaan dengan perorangan dan kelompok tani. 

“Selain itu juga penggarapan lahan masyarakat di luar izin hak guna usaha,” tegasnya. Rudianur berupaya bersama Pemkab Kotim bisa secepat menyelesaikan persoalan itu supaya tidak menumpuk.

Dia mengapresiasi juga langkah konret dari pemerintah daerah yang sigap menyelesaikan. Tapi ada juga sejumlah masalah justru seperti diabaikan, meski sudah beberapa kali disurati masyarakat hingga ada  rekomendasi di DPRD.

“Persoalannya kadang rekomendasi dari DPRD ini dianggap sepele dan diabaikan. Disatu sisi rekomendasi ini tidak  ada implikasi hukum ketika tidak dilaksanakan hal ini yang membuat eksekutif kadang mengabaikannya. Seandainya rekomendasi ini punya kekuatan hukum memaksa maka saya kira segala persoalan cepat selesai,” tutupnya

BERITA TERKAIT