DPRD KOTIM 

Saat Reses Legislator Ini Dapati Keluhan CSR Perusahaan Sawit

Sampit,- Saat melakukan kegiatan Reses kedesa Telaga Baru Kecamatan Mentawa Baru Ketapang Kabupaten Kotawaringin Timur, Anggota DPRD Kotim Riskon Fabiansyah mendapat keluhan dari warga, mereka mempertanyakan perhatian serius dari pihak perusahaan pergudangan dan beberapa pelabuhan terminal Khusus (Tersus) milik perusahaan kelapa sawit yang berinvestasi didaerah Desa setempat.

“Selama ini pihak perusahaan yang ada kurang perhatian terhadap warga sekitar, buktinya fasilitas infrastruktur jalan dan pendidikan yang ada didesa telaga kurang mendapat sentuhan dari penyaluran CSR dari perusahaan,” kata Riskon Fabiansyah Selasa (12/11/2019)

Pada saat sisi tanya jawab ada seorang RT meminta dirinya untuk menyampaikan keluhan mereka kepada pemerintah daerah, dan ia mempertayakan apakah betul perusahaan yang ada di desa mereka itu sudah mengeluarkan CSR nya, kalau ternyata sudah apa saja bentuk realisasi CSRnya untuk Desa Telaga Baru.

“Sebagai wakil kami di DPRD tolong tanyakan dengan pemerintah daerah berapa CSR yang dikeluarkan oleh pihak perusahaan, karena selama ini kami belum melihat hasil dari CSR tersebut,”ujar salah seorang RT di Desa Telaga Baru.

Berbeda dengan Kepala sekolah SMPN 4 Desa Telaga Baru Suyatmi, beliau meminta agar diperjuangkan masalah fasilitas pendidikan yang ada disekolahnya karena SMPN 4 adalah salah satu sekolah terfavorit di MB.Ketapang dengan jumlah siswa 786 orang, yang saat ini kekurangan dua ruang kelas, dan juga fasilitas komputer sekitar 40 unit.

“Kami meminta untuk diperjuangkan fasilitas sekolah seperti ruang kelas dan Komputer dikarenakan UNBK saat ini sudah menggunakan sistem online, maka dari diharapkan tahun depan bisa terlialisasi,” Sampai Suyatmi

Riskon mengatakan, bahwa dirinya siap menyampaikan dan mempertanyakan ke pemda berkaitan dengan CSR yang dipertayakan warga apakah selama ini penyalurannya sudah tepat guna dan setuju dengan permintaan masyarakat agar ada transparansi mengenai besaran CSR yang dikeluarkan perusahaan yang berinvestasi di daerah kotim, agar ada azas saling menguntungkan baik dipihak perusahaan yg berinvestasi maupun kepada masyarakat yg ada disekitar wilayah tempat perusahaan berinvestasi.

BERITA TERKAIT