DPRD KOTIM 

Pembentukan BNNK Jangan Cuma Jadi Wacana Belaka !

Sampit,- Tak kunjung dibentuknya Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK) Kotawaringin Timur, menjadi tanda tanya besar kalangan legislatif DPRD Kotim. Padahal beberapa waktu lalu pemerintah daerah bersama intansi terkait sudah melakukan rapat gabungan terkait pembentukan badan pemberatasan Narkoba tersebut.

Pada saat itu tepatnya 25 Maret 2018 pemerintah daerah berkomitmen kepada masyarakat kotim akan segera membentuk BNNK. Seyogyanya hal itu dilakukan guna melawan dan berantas narkoba di bumi habaring hurung (kotawaringin Timur).

”Kita saat ini sudah dikatakan peringkat pertama peredaran narkoba dibandingkan Kabupaten lain bahkan dibandingkan provinsi kalimantan tengah itu artinya ada bandar bandar besar narkoba dikotim ini,” Kata Ketua Komisi I DPRD Kabupaten kotwarimngin timur Handoyo J.Wibowo, Selasa (2/7/2019) di Sampit.

Menurut Handoyo saat ini kita sudah darurat narkoba dan kita seharusnya malu terutama pemimpin daerah dan para pejabat daerah ini terutama intansi yang membidanginya harus malu dengan dikatakannya kotim peringakat pertama narkoba.

“Tahun ini BNNK harus sudah dibentuk dan begerak tidak ada alasan untuk pemerintah daerah menunda nundanya lagi, terlebih untuk alasan anggaran tidak ada, sementara kita semua mengetahui tahun 2018 lalu kita mengalami Silpa anggaran sebesar Rp 335 Miliar dan sebagaian anggaran yang disilpakan itu pun telah di deposito kan ke bank itu artinya anggaran kita ada saja,”tegas Handoyo.

Politisi Demokrat ini juga berharal dengan adanya BNNK itu nantinya menekan peredaran narkoba dikotim, selama ini polemik Narkoba di daerah ini tidak pernah ada habis kalaupun tidak bisa membasmi paling tidak mengurangai korban nya.

“Selama ini saya amati bandar kecil kecilan saja yang ditangkap yang besar nya kemana itu artinya kita harus benar-benar segera bentuk BNNK dikotim ini, agar bandar besar juga turut ditangkap,” demikian Handoyo.

BERITA TERKAIT

Leave a Comment