DPRD KOTIM 

Silpa Dana Desa Karena Sistem dan waktu Mepet

Sampit,- Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Handoyo sangat menyayangkan pada anggaran pendapatan belanaja daerah (APBD)Kabupaten kotawaringin timur tahun 2018 masih terjadi silpa dana desa sebesar Rp 1 miliar lebih hal itu terjadi lantaran sisitem pencairan yang sangat mepet sehingga jika digunakan untuk pengerjan proyek pisik itu hanya tersisa waktu 20hari.

Kalau dicairkan misalnya pada bulan 10 atau 11 itu tidak sempat lagi sementara kita harus membahas anggaran pendapatan belanja daerah (APBD)Perbuahan.”ujar Handoyo.

Dia juga mengatakan jadi dalam hal ini kepala desa tidak salah karena waktu atau sistemnya yang menkjadi jebakan jik harus dipaksakan kecuali yang sipatnya mengadaan barang dan jasa mungkin bisa saja digunakan.

Silpa dana desa itu tidak masalah sebenarnya karena penyerpanya memamg sangat mepet dengan ahir tahun sehingga pertanggung jawabanya sulit ahirnya kepala desa lebih memilih tidak memncairkan anggaran itu,” tuturnya rabu 26/6/2019.

Namun dia berharapkedepannya hal hal seperti ini wajib diperbaiki lagi seupaya penyerapan anggrajn kita bisa lebih baik dan pembanguna ditingkat desa bisa lebib cepat dan merata.

Selain karena waktu mepet saya juga menilai kepala desa kita masih ragu dan terlalu berhti hati dalam pengunakan anggran desanya namun saya harap kepala desa supaya lebih proaktif berkoadinasi supaya tidak terjebak dalm permasalahan hukum,”jelas Handoyo.

BERITA TERKAIT

Leave a Comment