DPRD KOTIM 

Makanan Kadaluwarsa Harus Diproses hukum “Konsumen Wajib Dilindungi”

Sampit,-Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur H.Rudianur ,Meminta kepada pihak terkait intansi yang berwenang supaya melakukan proses hukum kepada terduga pelaku yang memjual barang,makanan yang sudah kadaluarsa baik itu ditoko toko salah satunya Supermarket ,swalayan dan pedang pedang dikotim sebab hal ini sangat mengacam kelangsungan hidup masyarat (konsumen).

saya minta supermarket atau swalayan dan sejenis nya yang belum lama ini ada di temukan menjual barang ,makanan kadaluarsa itu sebaik nya di proses hukum supaya ada efek jera nya “.ujar Rudianur .

Dia juga mengatakan pihak berwenang wajib menegakkan aturan dan melindungi warga kotim dari makanan yang sudah tidak layak untuk dikomsumsi tersebut jangan sampai kasus keracunan makanan juga terjadi kotim dari sekarang harus sudah waspda dan para pelaku yang mencari keuntungan yang menjual bara kadaluarsa itu harus di proses.

Menurut undang undang perlindunhan konsumen nomor 8 tahun 1999.Pasal 1 angka 4“UU Perlindungan Konsumen” barang adalah setiap benda baik berwujud maupun tidak berwujud, baik bergerak maupun tidak bergerak, dapat dihabiskan maupun tidak dapat dihabiskan, yang dapat untuk diperdagangkan, dipakai, dipergunakan, atau dimanfaatkan oleh konsumen.”jelas Rudianur

Menurutnya Berkaitan dengan kadaluwarsanya suatu barang, salah satu perbuatan yang dilarang bagi pelaku usaha, khususnya terkait produksi dan perdagangan barang/jasa, menurut Pasal 8 ayat (1) huruf g UU Perlindungan Konsumen, yaitu tidak mencantumkan tanggal kadaluwarsa atau jangka waktu penggunaan/pemanfaatan yang paling baik atas barang tertentu.

Ancaman pidana bagi pelaku usaha yang melanggar larangan tersebut berdasarkan Pasal 62 ayat (1) UU Perlindungan Konsumen adalah pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak Rp 2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).”ini jelas kita sebagai konsumen wajib dilindungi maka wajib pelaku nya harus di proses dulu “tegasnya

Sementara di ketahui belum lama ini pihak Pengawasan Obat Dan Makanan (BPOM) Provinsi Kalimantan tengah (Kalteng) bersama dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindagin) Kalteng Dan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melakukan sidak ke sejumlah pedagang yang menjual bahan makanan dan obat-obatan.

BPOM tidak melakukan pengawasan sendiri, bahkan didampingi perwakilan dari Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagperin) Provinsi Kalteng dan Kabupaten Kotim, Satpol PP Kotim, perwakilan Pemkab Kotim dan Dinas Kesehatan Kotim.Pemeriksaan dilakukan di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit, sejumlah super market dan gudang swalayan.

Produk lokal berupa kerupuk dan kue paling banyak ditemukan di PPM Sampit. Sebab, produk itu paling mudah untuk pemasaran terutama para pedagang kaki lima.Hasilnya ada 25 item yang ditemukan kedaluwarsa tidak hanya di pasar tradisional bahkan super market dan swalayan.

BERITA TERKAIT

Leave a Comment