DPRD KOTIM 

Pendidikan Gratis, Jangan Ada Anak di Kotim Putus Sekolah

Sampit – Anggota Komisi III DPRD Kotiawaringin Timur, Sutik menekankan agar di Kotim jangan sampai ada anak yang putus sekolah. Apalagi di jenjang pendidikan dasar.

“Pemerintah daerah sudah menggratiskan pendidikan wajib belajar 9 tahun,” kata Sutik, Rabu (3/4/2019).

Sutik mengakui, saat ini memang program berjalan masih sebatas wajib belajar 9 tahun dari Pemkab Kotim, namun tidak menutup kemungkinan jadi 12 tahun, meski status pengelolaan SMA atau SMK ditangani Pemerintah Provinsi.

Lanjut Sutik, pendidikan ini seharusnya memang diutamakan, karena salah satu sumber persoalan di bangsa ini adalah kemiskinan. Di mana kemiskinan ini berawal dari pendidikan.

“Maka dari itu juga, jika ingin mengentaskan kemiskinan juga harus dibarengi dengan pendidikan yang optimal,” tegasnya.

Sehingga dengan peran pemerintah daerah ini jenjang SD dan SMP jangan ada yang putus sekolah karena sudah ditangani dan dibiayai pemerintah daerah sepenuhnya.

“Begitu juga lulusan SMP ke SMA hendaknya jangan putus sekolah, upayakan hingga tamat dan lebih bagus lagi kalau bisa ke perguruan tinggi,” tandasnya.

Sumber : https://www.borneonews.co.id/berita/121977-pendidikan-gratis-jangan-ada-anak-di-kotim-putus-sekolah

BERITA TERKAIT

Leave a Comment