DPRD KOTIM 

Warga Diajak Lakukan Terintegrasi Sapi Daripada Kebun Sawit

Sampit,- Ternak sapi lebih menjanjikan bahkan dibanding dari pengelolaan kebun sawit. Perbandingannya, jika pengelolaan kebun kelapa sawit setiap hektare pertahun hanya menghasilkan Rp17 juta maka berternak sapi sebanyak lima ekor pertahun lebih memberi laba.

”Saat ini harga buah sawt ditingkat petani sangat anjlok namun jika lahan perkebunan itu dijadikan sekaligus lahan peternakan maka tidak ada yang namanya rugi atau yang disebut Terintegrasi sapi -sawit,” ujar Ary Dewar Anggota Komisi I DPRD Kotim, Senin (21/1/2019).

Dia mengajak masyarakat unutuk bternak sapi atau bisa juga ayam sebab tidak ada ruginya kebutuhan daging dikotawaringin timur ini cukup tinggi apalagi ketika menjelang hari hari besar yaitu Hari raya idul fitri ,hari raya idul adha ,dan hari hari besar lainnya dan pangsa pasarnya pun mudah.

“Saya sendiri sudah melakukan hal ini ada puluhan ekor sapi yng saya ternakan dikebun sawot pribadi saya dan saat ini sudah berkembang pesat .”ujar Ary Dewar

Menurutnya dalam menerapkan integrasi sapi-sawit atau beternak sapi di lahan perkebunan sawit ini sangat menguntungkan masyarakat,dengan pola tersebut, keuntungan yang didapat masyarakat berlipat.

Untuk itu petani atau peternak tidak perlu lagi mencarikan rumput untuk pakan sapi sebab telah tersedia rumput hijau di areal perkebunan. Selain itu, petani juga tidak perlu membersihkan rumput yang bisa saja mengganggu pertumbuhan kelapa sawit. Pasalnya telah ada sapi yang merumputnya dan di sisi lain kotoran sapi juga bisa menjadi pupuk alami untuk menyuburkan sawit.

”Sistem pertanian terintegrasi sapi-sawit ini kami lakukan supaya bisa menjadi contoh untuk masyarakat kotim jangan hanya perpaku pada tanaman pohon sawoitnya saja melainkan lahannya juga bisa dimamfaatkan jika pun tidak bisa membeli anak sapi beternak ayam juga bisa ,atau bisa saja masyarakat membetuk kelompok pernaian supaya bisa mendapatakan bantu dari pemerintah asalkan itu dilakukan secra serius insallah akan berkembang,”tukas Ari Dewar.

BERITA TERKAIT

Leave a Comment