DPRD KOTIM 

AKD DPRD Kotim Terbentuk, Formasi Baru Kinerja Baru

Sampit,- Setelah menunggu beberapa hari pasca pelantikan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur, Alat Kelengkapan Dewan (AKD) akhirnya Terbentuk. Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, menegaskan, pembentukan AKD berdasarkan musyawarah mufakat 40 orang anggota dewan. “Dari hasil musyawarah, selain pimpinan komisi, terbentuk juga Banggar, Bapemperda dan Bamus,” kata Rudianur, kepada awak media, Senin (07/10/2019). Komisi di DPRD Kabupaten Kotim, tidak ada perubahan dari periode lalu, sampai dengan sekarang tetap masih berjumlah empat Komisi. “Pembagian Komisi sesuai dengan aturan karena jumlah anggota dewan 40, maka ketentuannya harus empat…

Selengkapnya
DPRD KOTIM 

Unsur Pimpinan Usai Dilantik, Pemkab Minta DPRD Bisa Bersinergi

Sampit,- Tiga unsur pimpinan DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) yakni Ketua, Wakil Ketua I dan II DPRD secara resmi dilantik Ketua Pengadilan Negeri (PN) Sampit di gedung paripurna setempat, Senin (01/10/2019). Bupati Kotim, Supian Hadi dalam sambutan nya yang dibacakan Sekertaris Daerah (Sekda), Halikinoor mengucapkan selamat dilantiknya unsur pimpinan DPRD. Ia berharap dengan terisinya tampuk pimpinan di dewan bisa menjalin kerjasama lebih baik lagi. “Selamat dan sukses kita ucapkan kepada unsur pimpinan yang dilantik, semoga bisa menjalankan sesuai dengan amanah yang diberikan,” kata Sekda Kotim Halikinoor saat membacakan sambutan Bupati Kotim.…

Selengkapnya
DPRD KOTIM 

Hari Ini Unsur Pimpinan DPRD Resmi Dilantik

Sampit,- Pimpinan DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur periode 2019-2024 resmi dilantik dan diambil sumpah janjinya.Para pimpinan itu terdiri dari Ketua Drs.Rinie (PDIP), Wakil Ketua I H.Rudianur (Golkar), Wakil Ketua II Muhammad Rudini (PAN). Ketiga pimpinan itu dilantik oleh Ketua Pengadilan Negeri Sampit. Turut hadir pula Sekertaris Daerah (Sekda) Kotawaringin Timur, Halikinoor. Usai pelantikan, Ketua DPRD Kotim Rinie mengatakan agenda selanjutnya yang sudah menunggu orientasi dimana seluruh Anggota DPRD akan bersama-sama menjalani masa orientasi guna memahami tugas dan fungsi lembaga legislatif. Rinie juga mengatakan selanjutnya adalah penyusunan tata terbit (tatib). Ia mengaku…

Selengkapnya
DPRD KOTIM 

DPRD Kotawaringin Timur Minta Lahan Pasca Terbakar Diawasi

Sampit – Ketua Sementara DPRD Kotawaringin Timur, Rimbun meminta semua pihak untuk mengawasi lahan pasca terbakar.  Sebab, biasanya akan muncul tanaman baru. Jika itu masih ada maka hendaknya dilaporkan ke pemerintah kabupaten. “Pasca terbakar lahan di Kotim ini terutama yang berada di dekat-dekat konsesi harus dikawal dan diawasi,” kata Rimbun, Rabu, 25 September 2019 Politisi PDIP itu mengaku khawatir nantinya akan terjadi alih fungsi dan akan muncul tanaman untuk perkebunan kelapa sawit milik pengusaha di atasnya. Rimbun juga menyebutkan areal terbakar di sekitar perusahaan juga harus jadi pertanyaan. Artinya dengan terbakar…

Selengkapnya
DPRD KOTIM 

DPRD Kotawaringin Timur Dukung Langkah Tegas Penertiban Warung Remang-remang

Sampit – Wakil Ketua DPRD  Kotawaringin Timur, Darmawati mendukung langkah tegas pemerintah kabupaten berupa penertiban warung remang-remang yang kembali beroperasi di sejumlah titik. Darmawati mengatakan, keberadaan warung yang menjadi areal prostitusi yang harus diperangi bersama. Apalagi, Kotim sudah punya komitmen bersih dari areal prostitusi. Bahkan lokalisasi juga sudah dihapuskan. “Maka dari itu ketika ada tanda-tanda kegiatan ilegal seperti itu muncul segera ditindak,” kata Darmawati, Rabu, 4 September 2019. Dia menyebutkan tidak hanya daerah jalan lingkar selatan Kota Sampit yang diawasi. Tapi juga di Jalan Jenderal Sudirman atau arah Sampit – Pangkalan Bun. Karena…

Selengkapnya
DPRD KOTIM 

Anggota DPRD Kotawaringin Timur Tegaskan Pembangunan Merata Jadi Tuntutan Masyarakat

Sampit – Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur atau Kotim Paisal Darmasing menegaskan bahwa pembangunan yang merata jadi tuntutan masyarakat saat ini. “Maka dari itu, ke depannya pembangunan jangan hanya terpusat di perkotaan,” kata Paisal, Selasa, 3 September 2019. Menurut dia, Kotim dengan luasan wilayah 16 ribu kilometer persegi, perlu pemerataan dan sentuhan pembangunan. Seperti di pedalaman dan daerah pinggiran yang sudah sejak lama mendambakan pembangunan merata dan berkeadilan. Untuk itu, ke depan pemerintah harus mendengarkan dan menjadikan aspirasi masyarakat pelosok sebagai bahan mengambil keputusan dan kebijakan pembangunan daerah. Di sisi lain,…

Selengkapnya