DPRD KOTIM 

Harga Sawit Anjlok, Rombongan Diklat Kemenlu Sambangi PT. BGA Gruop

Sampit,- Sebanyak 20 orang rombongan diklat staf dan kepemimpinan dari kementrian luar negeri republik Indonesia sambangi PT windo nabatido lestari (WNL)BGA Gruop yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit yang berada di kecamatan cempaga hulu ,kabupaten Kotawaringin timur.

Kunjungan dari puluhan peserta Diklat tersebut dalam rangka membuat kurikulum karena saat ini beredar isu isu tentang perkebunan kelapa sawit yang dinilai merusak tatanan adat serta merusak lingkungan maka pihaknya tertarik untuk melakukan penelitian terkait kampanye yang membuat invetasi goyang di mata dunia hingga harga CPO pun anjlok.

“Sebenar nya ada solusi untuk melawan kampanye hitam tersebut salah satu cara nya menciptakan suara kampanye positif tentang sawit seperti apa yang di lakukan oleh pihak lain kemudian setiap kegiatan CSR dan bantuan lain harus perlu di expose supaya dunia tau. “Ujar Yusuf Arifin kaordinator diklat .ketika bincangi Kamis 13/12/2018 .

Dia juga mengatakan selain melakukan kampanye positif tentang sawit dan keterbukaan informasi tentang kegiatan kegiatan sosial juga yang terpenting perusahaan. Atau investor bersama pemerintah harus bisa mengembalikan situasi di uni Eropa dengan cara melakukan diplomasi ke uni Eropa harus di perkuat sehingga bisa membantu pemerintah menstabilkan kembali harga CPO tersebut “instor harus bersatu melawan kampanye hitam tersebut “tuturnya.

Sementara pihak menejemen PT BGA Gruop melalui Zaenal Mustofa mengatakan pihaknya menyatakan aspesasi atas kedatangan peserta Diklat dari kementrian luar negeri Kamis 14/12/2018 kemaren ,kedatangan mereka sangat positif sekali karena menyikapi isu isu yang berkembang sehingga membuat dunia investasi sawit pun tertanggu.

“Kami siap mendukung gubernur Kalteng lawan kampanye hitam tentang sawit ini melalui asosiasi atau yang di sebut Gapki .,kami juga akan melakukan kampanye positif tentang sawit dan kami harap perusahaan lain juga melakukan hal yang sama supaya Dimata uni Eropa tidak semua perusahan sawit itu merusak lingkungan mengabaikan hak adat,”pungkas Zainal.

Sementara itu disisi lain anggota komisi I DPRD kabupaten Kotawaringin timur Ari Dewar, juga mendesak kepada pemerintah pusat maupun daerah terutama dinas perdagangan dan perindustrian Kotawaringin timur supaya secapat nya mencari solusi untuk para petani sawit sehingga harga jual tanda buah segar sawit (TBS) kembali stabil seperti sebelumnya .

“Kami sebagai wakil rakyat di Kalimantan tengah terutama Kotawaringin timur mendesak pemerintah supaya secapat nya mencari solusi guna menstabilkan harga buah sawit pemerintah jangan memberikan janji-janji kepada rakyat yang katanya pemerintah sudah berhasil melobil pihak eropa dan harga pun naik tapi fakta justru anjlok harga nya Kotim ini,” kata Ari Dewar yang juga dipercaya sebagai ketua Asosiasi Petani Sawit di Kotim.

Ditambahkan Ari sejauh ini harga buah. Sawit di tingkat petani dikotim hanya Rp 600.00/kg benar tidak sepadan dengan biaya perawatan akhirnya saat ini banyak kebun sawit yang tidak terawat lantaran tidak cukup biaya karena anjloknya buah.

BERITA TERKAIT

Leave a Comment