DPRD KOTIM 

Masyarakat Diminta Setop Jual Lahan

Sampit – Anggota Komisi I DPRD Kotawaringin Timur, Syahbana mengajak masyarakat Kotim agar tidak lagi menjual lahannya untuk perkebunan besar.

“Saran saya agar masyarakat mengelola tanahnya sendiri untuk dijadikan sebagai sumber kehidupan sehari-hari,” kata Syahbana.

Syahbana menyebutkan, masyarakat lokal kulturnya cenderung suka menjual lahan. Lantaran kurang bisa memanfaatkan lahan.

“Masalahnya karena tidak diolah saja, sehingga tidak jadi lahan yang produktif,” kata dia.

Mestinya jika punya lahan 3 – 4 hektare itu dikelola sendiri, sebagai kebun sawit, kebun karet atau rotan. Terpenting itu hasilnya pasti akan berbuah manis.

“Kalau bisa warga kita ini tidak usah lagi jual lahan kebun mereka, lahan saat ini semakin sulit,” kata Syahbana.

Dia khawatir 10 tahun ke depan masyarakatnya tidak punya lahan semua  karena sudah dikuasai perusahaan besar. Dia menekankan agar kepala desa bisa menjaga agar lahan cadangan di setiap desa itu tidak dijual lagi.

“Kepala desa mesti cekatan untuk mencadangkan kawasan pertanian dan lahan di desa masing-masing. Kades jangan sebaliknya justru dia yang jadi motor penjualan lahan di desa,” tandasnya.

Sumber :

https://www.borneonews.co.id/berita/110757-masyarakat-diminta-setop-jual-lahan

BERITA TERKAIT

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: