DPRD KOTIM 

Kabut Asap Mulai Melanda Kota Sampit

Sampit,- Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat Kota Sampit dan sekitarnya.

Dari pantauan dilapangan, sejumlah pengguna merasa terganngu akibat jarak pandang yang terbatas. Dimana pengguna jalan hanya mampu melihat dengan jarak pandang 50 hingga 100 meter.

“Asapnya membuat mata pedih dan melihat kedepan rasanya terbatas, tambah lagi baunya tidak enak,” kata M. Andrean salah seorang siswa di Sampit, Jumat (28/9/2018).

Ia berharap semoga ada perhatian dari pemerintah terkait dengan penangganan kabut asap yang melanda.

Sementara itu, Menanggapi kondisi ini, Ketua Komisi III DPRD Kotim Rimbun menghimbau kepada masyarakat yang beraktifitas diluar ruangan agar mengunakan masker.

“Dampak kabut asap ini langsung dirasakan oleh masyarakat. Hari ini saya lihat kabut asap cukup tebal. Untuk itu, kepada masyarakat Kotim agar mengurangi aktifitas diluar ruangan,” himbaunya.

Ia menekankan upaya pencegahan ini terlebih difokuskan kepada anak-anak yang rentan terhadap penyakit ISPA. Menurutnya saat beraktifitas diluar rumah, anak-anak bisa dibekali dengan masker.

“Jika mereka sekolah, maka diharapkan pihak sekolah agar perbanyak aktifitas didalam kelas dan memfokuskan kegiatan belajar mengajar didalam ruangan saja,” pintanya.

Apabila kondisi asap ini kian membahayakan, Legislator dari Partai PDI Perjuangan ini meminta Kepala Dinas untuk mengambil langkah bijak.

“Kalau misalnya nanti kondisi asap ini semakin membahayakan, kita minta kepala dinas untuk mencarikan solusinya,” pungkasnya.

BERITA TERKAIT