DPRD KOTIM 

Legislator Harapkan, CPNS Tenaga Medis Prioritaskan Putra dan Putri Asli Daerah

Sampit, – Masih minimnya tenaga kesehatan di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur, khususnya disejumlah desa yang bukan berasal dari putra-putri daerah mendapat perhatian dari kalangan DPRD Kotim.

Lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah setempat merekomendasikan kepada pemerintah daerah agar dalam perekrutan CPNS tenaga kesehatan tahun ini lebih memprioritaskan putra-putri daerah.

“Banyak tenaga kesehatan yang bukan putra-putri daerah ini agar dalam perekrutan CPNS tenaga kesehatan lebih memprioritaskan putra daerah,” ujar Sekertaris Komisi III DPRD Kotim, Hero Harapanno Mandouw, Kamis (27/9/2018).

Harapan ini bukan tanpa alasan kata hero, yakni agar tenaga CPNS kesehatan yang nantinya direkrut bisa menetap di tempat tugasnya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat di desa yang memang daerah tempat kelahirannya sendiri.

Sementara itu sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kotim, dr Faisal Novendra Cahyanto menjelaskan, idealnya untuk satu puskemas memiliki tiga orang dokter umum. Berdasarkan data, Kotim hanya memiliki 55 orang dokter umum. Jumlah tersebut masih belum mampu memenuhi standar di 21 puskesmas yang ada di Kotim.

“Penerimaan CPNS diharapkan dapat membantu kekurangan tenaga medis di wilayah ini. Mengingat luas wilayah dan penduduk Kotim yang cukup banyak,” kata Faisal belum lama ini.

Faisal menambahkan, untuk saat ini pemenuhan kekurangan tenaga medis dibantu oleh tenaga kontrak, baik bidan maupun perawat. Dengan demikian, kebutuhan tenaga medis puskesmas dan tenaga medis di desa dapat terpenuhi.

BERITA TERKAIT

Leave a Comment