DPRD KOTIM 

Dua Pabrik Kelapa Sawit Didesa Sebabi Dituding Cemari Sungai

Sampit,- Air di sekitar muara Sungai Buluh, Bintung dan Sungai Seranau Di Desa Sebabi Kecamatan Telawang Kabupaten Kotawaringin Timur berubah keruh berwarna kecoklatan, tak lagi jernih seperti dulu. Hal itu diduga disebakan karena aliran sungai tercemar limbah pabrik kelapa sawit yang beroperasi wilayah setempat.

Warga dari beberapa desa setempat menuding perubahan warna air sungai itu karena dampak dugaan pencemaran limbah, dari pabrik pengolahan kelapa sawit (PKS) yang beroperasi diwilayah kecamatan telawang.

“Sejak dulu jangan di tanya, ikan, udang banyak di sungai ini. Kalau sekarang, sudah tidak ada lagi, kami saja kalau mencari ikan harus mencari-cari disungai-sungai tertentu yang tidak dialiri sungai yang berdekatan dengan pabrik perusahaan,” ujar Sulaiman, Warga Desa Sebabi kepada awak media, Selasa (28/8/2018).

Warga desa setempat menduga mulai tercemarnya aliran sungai yang bermuara kesungai besar Das Mentaya itu sejak seminggu yang lalu, sejumlah ikan kecil terpapar kepermukaan air disekitar aliran sungai bintung di desa sebabi kecamatan telawang.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kotim, Alexius Es Liter, mengatakan aliran anak sungai di Kecamatan Telawang tersebut satu sama lain saling terhubung sehingga apabila salah satu anak sungai tercemari limbah pabrik maka dapat dipastikan anak sungai lainnya juga akan tercemar.

“Betul di daerah ini anak sungainya saling terhubung satu sama lain, sehingga apabila salah satu diantaranya tercemar maka yang lainnya pun juga pasti akan tercemar karena pasang surutnya air dari das sungai mentaya setiap hari akan naik kedaerah perhuluan,” kata Alex kepada wartawan disampit.

Legislator asal dapil IV ini juga mengungkapkan, puluhan nelayan disana saat ini, sangat bergantung hidup dengan hasil tangkapan ikan disungai, mengandalkan perahu kecil mereka untuk menyambung hidup, dari hasil tangkapan ikan.

“Jika sungai tercemar otomatis mata pencaharian warga akan terganggu, disana pabrik pengolahan limbah yang paing dekat dengan aliran sungai bintung didesa sebabi adalah PT. Sukajadi Sawit Mekar (SSM),” ungkap Alex.

Sementara politisi PDIP itu juga memperkirakan radius jangkauan jika terjadi pencemaran limbah di muara sungai bisa mencapai puluhan Kilo Meter (KM) dan terus meluas hingga ke Das Mentaya.

Untuk informasi di kecamatan telawang sendiri saat ini sedikitnya ada perusahaan dua perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi diwilayah yang langsung bersentuhan dengan sei sebabi, diantaranya PT. Sukajadi Sawit Mekar (SSM), dan PT. Mustika Sembuluh (Wilmar Group).

BERITA TERKAIT

Leave a Comment