DPRD KOTIM 

Awas Tersus Rawan Jadi Tempat Penyeludupan Barang Terlarang

Sampit,- Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Muhammad Shaleh menyebutkan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) dan Terminal Khusus (Tersus) yang belum punya izin rawan penyeludupan barang ilegal.

“Keberadaan TUKS dan Tersus tak berizin merugikan daerah karena tidak ada kontribusi terhadap PAD. Serta rawan disalahgunakan untuk pengiriman dan penyelundupan barang-barang ilegal,” kata Shaleh kepada, Jumat (29/6/2018) di Sampit.

Ia menegaskan, tidak menutup kemungkinan juga untuk penyelundupan narkoba, karena tidak ada pengawasan di sana. Sedangkan di pelabuhan yang legal serta diawasi bisa saja masih ada saja yang lolos.

Untuk itu, lanjut Anggota Komisi IV DPRD Kotim ini juga, pemerintah harus bekerja sama dengan aparat keamanan untuk mengawasi bongkar muat terutama di TUKS baik yang sudah ada izin maupun yang belum berizin.

“Pemkab setempat harus bertanggungjawab mengawasinya, karena sebagian telah memiliki izin yang dikeluarkan oleh pemkab juga,” ucap Politisi Partai PAN Kotim ini.

Ia juga menambahkan, jika tidak dengan aparat kemanan banyak kesulitan. Misalkan ditemukan barang ilegallalu siapa yang bertanggungjawab.Tuks dan tersus, juga saat ini banyak berada didaerah aliran sungai das mentaya.

BERITA TERKAIT

Leave a Comment