DPRD KOTIM 

Legislator Apresiasi Kinerja Jaksa Bongkar Kasus Mafia Tanah

Sampit,- Anggota Komisi I DPRD Kotawaringin Timur, Kalteng William Novetra mengapresiasi upaya Kejaksaan Negeri daerah itu membongkar kasus dugaan Tipikor Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat.

“Kita berharap kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) pertanahan di Kotawaringin Timur di usut tuntas karena sudah merugikan masyarakat banyak,” katanya di Sampit, Rabu (4/4/2018)

Dalam kasus itu pihak Kejari Kotawaringin Timur telah menetapkan Kepala BPN Kotawaringin Timur berinisial JN sebagai tersangka dan menahannya.

Menurut Wiliam, dengan dibongkarnya kasus dugaan Tipikor itu diharapkan bisa berdampak ke arah yang lebih baik, terutama dalam layanan administrasi pertanahan.

“Selama ini terlalu banyak masyarakat yang menjadi korban persengketaan tanah akibat terbitnya sertipikat ganda dalam satu bidang tanah,” ungkapnya.

Sementara itu, terbongkarnya kasus dugaan Tipikor yang di lakukan mantan Kepala BPN Kotawaringin Timur tersebut bermula dari dugaan pemalsuan surat tanah pada program, Inventarisasi Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan, dan Pemanfaatan Tanah (IP4T).

Pihak Kejari Kotawaringin Timur terus melakukan penyidikan. Bahkam tim penyidik menggeledah kantor BPN Kotawaringin Timur dan rumah mantan kepala BPN JN hingga gedung walet miliknya untuk menelusuri aset tersangka.

“Penggeledahan yang kita lakukan untuk menelusuri aset tersangka yang berkaitan dengan perkaranya,” kata Ketua Tim Penyidik IP4T Datman Kataren, yang turut dalam penggeledahan itu, pada Selasa (3/4).

Seperti di kantor BPN, penyidik menelusuri surat tanah milik tersangka JN. Mengingat, dalam kasus ini ada beberapa surat tanah yang diterbitkan atas nama JN dan keluarganya.

“Termasuk penggeledahan yang dilakukan di kediaman mewah tersangka, di Jalan Kecubung, Kelurahan MB Hulu, Kecamayan MB Ketapang. Ada sejumlah bukti yang kita sita dari dua lokasi itu,” jelasnya.

Selain menyita sejumlah barang bukti, tim penyidik Kejari Kotawaringin Timur juga menyegel rumah dan bangunan gedung sarang walet tersangka yang diduga hasil dari Tipikor.

BERITA TERKAIT

Leave a Comment