DPRD KOTIM 

Kata Dewan, Bagaimana Nasib Masyarakat Kalau Subsidi Elpiji 3 Kg Di Tarik ?

Sampit,- Anggota Komisi I DPRD Kotim, Abdul Khalik kembali menyayangkan terkait kenaikan harga elpiji 3 Kilo Gram di Kota Sampit baru ini.

“Sebenarnya HET (Harga Eceran Tertinggi) di pusat hanya 18,250 rupiah, tapi faktanya di tempat kita sampai 22 ribu, namun tidak masalah, karena itu sudah masuk dalam hitungan ongkos angkut anggap saja demikian,” Ujar Abdul Khalik, Kamis (29/3/2018).

Ketua Praksi partai PKB Kotim ini juga menyayangkan akan terjadinya kelangkaan kembali baru ini di masyarakat, khususnya di dalam kota sampit.

“Sudah harganya 29 ribu, sulit lagi untuk di dapat, ini bagaimana to, itukan elpiji subsidi untuk rakyat kecil, apakah tidak cukup hitungannya sehingga ada yang dapat dan ada yang tidak,” Pungkasnya.

Dia juga mempertanyakan nasib masyarakat kepada pemerintah apabila elpiji 3 kilo ini ditarik dan digantikan ke elpiji 5 kilo.

“Harus jelas, apakah masih subsidi atau tidak, jangan main-main dengan kantong masyarakat, terutama yang ekonominya jauh dari kata cukup,intinya harus jelas,” Tutupnya.

BERITA TERKAIT

Leave a Comment