DPRD KOTIM 

Eksekutif Apresiasi Dua Raperda Inisiatif DPRD Kotim

Sampit,- Eksekutif Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah mengapresiasi dua Raperda inisiatif yang diajukan DPRD setempat.

Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Muhammad Taufiq Mukri di Sampit, Kamis (29/3/2018) mengatakan, kedua Raperda inisiatif yang diajukan DPRD daerah itu adalah tentang jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin yang dibiayai APBD dan Raperda tentang pencegahan dan penanggulangan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya.

“Kami sepakat kedua Raperda inisiatif tersebut untuk selanjutnya di bahas. Dengan adanya dua Raperda inisiatif itu diharapkan menambah referensi produk hukum pemerintah daerah,” tambahnya.

Menurut Taufiq Mukri, kesehatan adalah hak dasar bagi setiap orang dan semua warga negara berhak mendapatkan pelayanana kesehatan. Dan undang-undang 1945 mengamanatkan bahwa jaminan kesehatan bagi masyarakat khususnya yang miskin dan tidak mampu adalah tanggungjawab pemerintah daeraj maupun pusat.

“Kita berharap dengan adanya Raperda inisiatif DPRD masyarakat miskin di Kotawaringin Timur benar-benar mendapatkan haknya, yakni pelayanan kesehatan yang maksimal,” tegasnya.

Pelayanan kesehatan terhadap masyarakat miskin Kotawaringin Timur sebelumnya di tanggung oleh program jaminan kesehatan daerah (Jamkesda). Namun program itu dicabut karena dianggap tidak tepat sasaran dan pemborosahan anggaran daerah.

Dengan di cabutnya program Jamkesda, pemerintah daerah mengalihkan pelayanan kesehatan masyarakat miskn melalui progran JKN-BPJS Kesehatan. Untuk itu masyarakat miskin diminta menfatarkan dirinya sebagai peserta BPJS Kesehatan.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat miskin Kotawaringin Timur umtuk mdndaftar dan menjadi peserta BPJS Kesehatan agar mendapat layanan kesehatan secara gratis karena semua biaya di tanggung pemerintah daerah,” jelasnya.

Sedangkan terkait Raperda inisiatif tentang pencegahan dan penanggulangan narkotika, psitropika dan zat adiktif lainnya diharapkan dapat memberikan perlindungan terhadap masyarakat.

“Kasus tindak pidana narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya di Kotawaringin Timur dari tahun ke tahun cenderung mengalami kenaikan dan korbannya tidak hanya kalangan orang dewasa, namun juga kalangan remaja dan ibu rumah tangga. Dengan adanya Raperda tersebut di harapkan mampu menekan dan mencegah maraknya peredaran narkotika,” demikian Taufiq Mukri.

BERITA TERKAIT