DPRD KOTIM 

Ini Penyebab Pembangunan Di Kotim Belum Merata

Sampit, – Wakil ketua DPRD Kotawaringin Timur, Kalteng Parimus menilai pembangunan di daerah itu masih belum merata terutama di wilayah pedesaan.

“Saya lihat masih ada desa yang terbaikan pembangunan oleh pemerintah daerah salah satunya yakni Desa Tanah Putih, Kecamatan Telawang, Kotawaringin Timur,” katanya di Sampit Selasa (13/2/2018).

Dikatakan Parimus, desa tersebut sampai saat ini masih belum memiliki akses jalan menuju desa itu.

“Padahal dulu sudah ada badan jalan dari jalan Sudirman menuju desa tersebut sepanjang 22 kilometer, tapi ternyata dalam perjalanannya pemerintah daerah mengakui tidak lagi berani menganggarkan karena disitu masuk dalam kawasan Hutan Produksi (HP),” terangnya.

Diungkapkanya, dengan hambatan demikian nampaknya membuat salah satu alasan menjadikan desa tersebut dibiarkan terisolir.

Melihat pemerintah tidak membangun jalan menuju desa, Parimus akhirnya berinisiatif membuka jalan alternatif sendiri dengan menggunakan uang pribadinya.

“Saat ini sudah terbangun badan jalan sepanjang 2 kilometer. Sekarang hanya tinggal 5 kiometer lagi jalan itu akan tembus menghubungkan Desa Sebabi dan Desa Tanah Putih,” ucapnya.

Untuk melanjutkan dan menyambung pembangunan jalan sepanjang 5 kilometer tersebut, Parimus berharap bantuan dari pemerintah daerah setempat.

“Saya berharap ada kepedulian dari pemerintah daerah, dan saya sebagai wakil rakyat dari daerah itu merasa prihatin selama ini APBD kita yang mencapai Rp1 triliun lebih tapi tidak bisa disisihkan untuk desa yang sudah lama mendambakan jalan darat,” ungkapnya.

Selain persoalan jalan, Desa Tanah Putih juga belum mendapat penerangan listrik padahal itu merukana salah satu desa tua yang sejatinya diprioritaskan.

Desa Tanah Putih sebetulnya disekelilingnya banyak investasi perkebunan kelapa sawit, tapi hadirnya investasi itu bukan jaminan memberikan kemajuan yang signifikan bagi desa sekitarnya.

“Nanti ada saatnya sesekali pejabat daerah ini khususnya kalangan eksekutif kita bawa meninjau langsung ke lapangan agar meraka tahu kondisi masyarakatnya sendiri, biar jadi bahan untuk perencanaan pembangunan selanjutnya,”demikian Parimus.

BERITA TERKAIT