PEMKAB KOTIM 

Kemampuan Kontraktor Lokal Rata-Rata Dibawah Grade Proyek PU

Foto – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kotawaringin Timur, H Machmoer saat berbincang-bincang bersama anggota DPRD Kotim saat meninjau pelabuhan pelangsian beberapa waktu lalu.

Sampit,- Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kotawaringin Timur, H Machmoer mengatakan sampai saat ini ada sekitar 236 perusahaan dikabupaten ini yang bergerak di bidang jasa kontruksi. Dan para kontraktor tersebut rata-rata kemampuanya di bawah grade pekerjaan yang ada.

“Kemampuan kontraktor Kotim itu hanya bisa di bawah angka Rp 1 Miliar. Sedangkan untuk paket yang diprogramkan pemerintah daerah rata-rata berkisar di atas satu hingga ratusan miliar rupiah,” ujarnya saat rapat dengar pendapat beberapa hari lalu di gedung DPRD Kotim.

Machmoer juga mengatakan di tahun 2018 ini Pemerintah Kabupaten Kotim sedikitnya memberikan 332 paket proyek pengadaan langsung (PL) di bawah angka Rp200 juta. maka tidak ada alasan lagi bagi perusahaan jasa kontruksi tidak
bekerja.

Apalagi jika dibanding antara jumlah paket kegiatan dan perusahaan yang ada. Pekerjaan itu tersebar di sejumlah SOPD yang ada di kotim ini.

“Kalau melihat jumlah perusahan dan proyek yang ada bisa saja dikerjakan semua perusahaan, tinggal pihak perusahaannya untuk perbaiki citranya, jangan nanti datang ujung-ujungnya ke Dinas mau minta PL saja,”ucapnya

Machmoer juga sangat sepakat bahwa perusahaan atau kontraktor lokal memang harus diberdayakan. Tetapi pihaknya juga tidak bisa melarang kontraktor luar ikut bersaing. Sebab, segala sesuatunya tertuang dalam Perpres 54 tentang Pengadaan Barang dan Jasa.

“Semua itu ada aturannya di dalam perpres, lain halnya kalau ada aturan khusus di Kotim yang bisa membatasi persaingan para kontraktor,”terangnya.

Dirinya juga menegaskan bahwa pekerjaan multiyears yang dianggap sebagai penyebab kontraktor banyak kehilangan pekerjaan itu, sebagai hal yang tidak benar. Karena selama ini di Kotim hanya sedikit sekali kontraktor yang memenuhi kualifikasi yang diamanatkan aturan untuk pekerjaan yang direncanakan pemerintah daerah.

“Selama ini hanya beberapa kontraktor saja yang memenuhi kualifikasi yang telah diamanatkan peraturan untuk pekerjaan yang direncanakan oleh pemerintah daerah bukan karena adanya multiyears,” pungkasnya.

BERITA TERKAIT