PEMKAB KOTIM 

Potensi Hujan Tinggi BPBD Himbau Warga Untuk Selalu Waspada

Sampit,- Pada rapat koordinasi dan evaluasi pada Senin (22/1) kemarin Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyebutkan bahwa potensi curah hujan pada bulan Januari hingga Maret berada pada 201-300 Mm di Kecamatan Antang Kalang, Baamang, Bukit Santuai, Cempaga, Cempaga Hulu, Mentawa Baru Ketapang, Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara, Pulau Hanaut, Seranau dan Teluk Sampit. Sedangkan di Kecamatan Kota Besi, Mentaya Hulu, Parenggean dan Telawang mencapai 151-200 Mm.

Prediksi BMKG curah hujan yang terjadi di wilayah tersebut pada bulan januari sampai maret 2018 mendatang masih cukup tinggi, dan puncaknya berada pada bulan maret dan ini perlu diwaspadai hal ini di sampaikan Plt Badan Penangulangan Bencana Daerah Ir.M Yusuf MT.

“Kalau Prediksi BMKG potensi curah hujan memang cukup tinggi. Untuk curah hujan di bulan pebruari 200 hingga 300 mm, itu di kategori menengah, dan ini perlu kita waspadai kerena titik-titik rawan akan terjadinya banjir harus diantisipasi terlebih dulu,” Sampai Yusuf saat di konfirmasi Rabu (24/1).

Dirinya mengatakan dengan adanya hal tersebut merupakan salah satu indikator penyebab ditingkatkannya status darurat bencana banjir di Kotim dari Siaga Darurat Banjir hingga ke Tanggap Darurat Banjir. Penetalan tersebut sesuai dengan persyaratan dan peraturan (Perka BNPB Nomor 6A tahun 2011, Perbub No 27 tahun 2013, Permendagri nomor 21 tahun 2010, sehingga dapat menyalurkan bantuan darurat.

“Kita juga terlambat menaikan status tersebut, sementara para penyalur bantuan dari perusahaan sudah menyalurkan bantuannya. Namun pada kita tidak bisa menyalurkan bantuan karena terbentur pada status, dan pada status tanggap darurat ini sudah bisa kita salurkan untuk membantu para korban banjir,” ucap Yusuf.

Dia juga menghimbau kepada masyarakat yang tinggal di dataran rendah untuk selalu waspada karena banjir bisa datang secara mendadak.

“Kami berharap masyarakat untuk selalu waspada dan tidak lengah. Para aparatur desa dan pihak kecamatan diminta untuk selalu aktif dan cepat memberikan informasi ke BPBD jika di wilayahnya terjadi banjir agar bisa dengan segera di berikan bantuan,”pungkasnya.

BERITA TERKAIT