DPRD KOTIM 

Musrenbang Harus Jadi Acuan Pembangunan

Sampit – Pelaksanaan musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) harus jadi acuan perencanaan pembangunan dan penganggaran bagi pemerintah daerah. Hal itu ditegaskan anggota DPRD Kotim dari daerah pemilihan II Hero Harapanno Mandouw.

Menurut Hero, Senin (22/1/2018), selain musrenbang hasil reses anggota dewan yang digelar secara berbarengan itu juga harus jadi salah satu dasar perencanaan di tahun anggaran 2019 mendatang.

Hasil perencanaan dua kegiatan itu wajib dijadikan sebagai bahan dan dasar dari penganggaran. Itu penting supaya semangat dari anggaran itu memang menjawab kebutuhan masyarakat bukan atas dasar dari keinginan pemerintah daerah semata.

“Memang kita akui persoalan itu erat kaitannya dengan anggaran yang minim. Namun, di situ lah peran pemerintah untuk terut memacu menaikkan anggaran dan pendapatan asli daerah,” kata Hero.

Masalah anggaran itu sudah tentu pasti ada, tapi menurutnya tidak serta merta hasil di musrenbang itu gugur begitu saja. Maka dari itu DPRD berusaha semaksimal mungkin bagaimana pembangunan yang aspiratif itu bisa terealisasi dengan kewenangan penganggaran yang ada di lembaga.

“Kami tetap berharap marwah pelaksanaan musrenbang itu kembali ditegaklan, partisipasi warga sangat diharapkan. Sebab pembangunan yang sebenarnya adalah aspiratif,” ucapnya.

Perlu disadari, APBD itu milik rakyat, digunakan untuk membiayai program milik rakyat juga, sehingga diharapkan pelaksanaannya dapat bersinergi dengan program milik pemerintah.

Masyarakat perlu diberitahu kalau pembangunan tidak hanya di sektor infrastruktur jalan dan jembatan. Namun bisa dalam bentuk pemberdayaan menuju masyrakat yang mandiri dan sejahtera seperti di bidang pendidikan, pertanian dan perkebunan dan sebagainya.

Sumber :
https://m.borneonews.co.id/berita/84720-musrenbang-harus-jadi-acuan-pembangunan

BERITA TERKAIT

Leave a Comment