DPRD KOTIM 

Program Integrasi Sapi – Sawit di Kotim Belum Menunjukkan Hasil

Sampit – Ketua Komisi II DPRD Kotawaringin Timur, Rudianur mengatakan, program swasembada daging yang dicanangkan bisa tercapai. Potensi untuk pengembangan sapi di Kotim memang sangat menjanjikan salah satunya dengan mengunggulkan program integrasi sawit dan sapi. Sayangnya hingga 2018 belum terlihat hasil yang signifikan.

“Dorongan dari DPRD Kotim ini sudah dimulai sejak tiga tahun silam. Namun sampai kini belum kelihatan sepertinya,” kata Rudianur, Kamis (11/1/2018).

Rudianur sangat mendukung program pemerintah daerah tersebut, karena areal perkebunan sawit memiliki peluang besar untuk mengembangkan ternak sapi. Selain lahan yang tersedia cukup luas, ketersediaan akan pakan sapi juga melimpah.

Integrasi perkebunan sawit dengan sapi perlu dilakukan karena melalui program itulah rencana swasembada daging bisa tercapai.

“Selain untuk mencapai target rencana swasembada daging, integrasi perkebunan sawit dengan sapi juga untuk menekan harga daging sapi di pasaran yang selama ini terus naik,” katanya.

Tingginya harga daging sapi di Kotim berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat. Sampai sekarang daerah ini masih tergantung daerah lain untuk memenuhi kebutuhan daging sapi, dan harganya menjadi mahal. Namun jika integrasi kebun sawit dengan sapi bisa terlaksana maka harga daging sapi bisa ditekan.

Banyak cara untuk melaksanakan integrasi sawit dengan sapi. Salah satunya menyinergikan program pemerintah dengan peraturan daerah tentang Corporate Social Responsibility (CSR). Dan, apabila nantinya diperlukan, DPRD siap mendukung membantu pembiayaan dari APBD.

Sumber : https://www.borneonews.co.id/berita/83718-program-integrasi-sapi—sawit-di-kotim-belum-menunjukkan-hasil

BERITA TERKAIT

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: