DPRD KOTIM 

​Distribusi BBM Subsidi Di Kotim Belum Tepat Sasaran

Sampit,- Sekretaris Komisi II DPRD Kotawaringin Timur, Kalteng Alexius Esliter menilai pendiatribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG bersubsidi belum tepat sasaran.

“BBM dan LPG bersubsisi lebih cenderung dinikmati oleh masyarakat yang tinggal di wilayah perkotaan, hal itu terjadi karena pendistribusiannya tidak sampai ke wilayah pedwsaan,” katanya di Sampit, Senin (8/1/2018).

Menurut Alex, akibat tidak sampainya distribusi BBM dan LPG hingga ke wilayah pedesaan mengakibatkan harga tinggi.

“Kedepan diharapkan distribusi BBM dan LPG subsidi nantinya bisa hingga ke wilayah pedesaan,” katanya.

Lebih lanjut Alex mengatakan, selama ini penyaluran BBM dan LPG bersubsidi dengan cara ilegal yakni melalui pelangsir.

“Selama ini harga BBM bersubsidi jenis premiun berkisar antara Rp9.000/liter hingga Rp15.000/liter. Untuk LPG bersubsidi ukuran 3 kg Rp35.000/tabung hingga Rp40.000/tabung,” terangnya.

Alex berharap, dengan diaturnya distribusi BBM dan LPG bersubsidi diharapkan dapat menekan harga di wilayah pedesaan.

“Kita mengharapkan BBM dan LPG bersubsidi ini bisa benar-benar sampai ke masyarakat yang membutuhkan dengan harga yang tidak terlalu mahal. Untuj itu perlu adanya pengawasan dan pengaturan distribusi,” ucapnya.

Sementara itu, terjadinya penyelewengan BBM bersubsidi berawal dari SPBU. Karena pelangsir mendapatkan BBM subsidi dari SPBU yang kemudian di jual ke wilayah pedesaan dengan harga yang lebih mahal.

Pelangsir BBM subsidi sendiri muncul karena ada peluang dan masyarakat desa memang membutuhkan akibat distribusi yang tidak sampai ke desa.

BERITA TERKAIT

Leave a Comment