PEMKAB KOTIM 

Dishub Pasang Portal Gerbang Agar Kendaraan Berat Tidak Melintas

Sampit, – Dinas Perhubungan Kabupaten Kotawaringin Timur, memasang portal gerbang seperti tiang gawang di perempatan jalan pelita- HM.Arsyad untuk membatasi truk yang melintas yang melebihi kapasitas jalan dalam kota.

“Portal ini kemungkin yang pertama kali dipasang di Kalimantan Tengah. Dulunya cuma khayalan akan tetapi bisa terwujud atas dukungan bupati. Dan ini merupakan salah satu upaya agar truk besar yang melintas, tidak melebihi kemampuan jalan didalam kota,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kotawaringin Timur, H Fadlian Noor saat dikonfirmasi rabu (27/12).

Dirinya mengatakan pintu gerbang tersebut dengan nama model tiang gawang yang dicat berwarna perak itu terbuat dari pipa besi berukuran besar yang terlihat kokoh, rencana akan difungsikan selain sebagai pembatas tinggi kendaraan atau muatan angkutan, juga akan dipasangi lampu petunjuk lalu lintas atau traffick light, serta juga bisa untuk promosi produk atau iklan.

“Saat ini Jalan yang ada di Kotim, khususnya yang sidalam kota Sampit masih kategori jalan kelas III, yaitu dengan kapasitas beban maksimal delapan ton. Tetapi masih sering truk atau kendaraan berat melintas  masuk kedalam kota dengan membawa beban hingga belasan ton sehingga jalan kita cepat rusak, makanya kita buatkan gerbang itu,”ujar Fadlian.

Dengan adanya gerbang gawang itu diharapkan agar kendaraan besar yang melebihi kapasitas tidak bisa lagi melintas di dalam kota, dan mereka diarahkan untuk melintasi jalan lingkar luar kota yang memang disiapkan untuk kendaraan berat.

“Pemasangan gerbang tiang gawang tersebut merupakan hasil kajian kami bersama konsultan dan pemerintah pusat. Jika hasilnya efektif nanti kita akan pasang lagi didaerah lain yang tidak boleh dilewati kendaraan besar,” katanya.

Fadlian juga meminta agar masyarakat, khususnya para pengusaha untuk lebih peduli lagi dan bersama-sama merawat jalan di Kabupaten Kotim ini. Dan para pengusaha dihimbau tidak menggunakan kendaraan dan membawa muatan barang yang melebihi batas kemampuan jalan sehingga akan mengakibatkan rusaknya jalan.

BERITA TERKAIT