DPRD KOTIM 

Diduga Lakukan Pungli, SPBU di Sampit disidak DPRD

Sampit, – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan Jenderal Sudirman Kilometer 11, Sampit Kotawaringin Timur, Kalteng diduga melakukan pungutan liar terhadap pelanggannya.

Ketua Komisi II DPRD Kotawaringin Timur Rudianur di Sampit, Selasa (12/12/2017) mengatakan, berdasarkan informasi warga yang diterimanya pu gutan tersebut berlaku bagi pelanggan yang membeli bahan bakar menggunakan jerigen.

“Hasil inspeksi mendadak (Sidak) di lapangan yang kami lakukan memang ada pungutan terhadap pelanggan,” tambahnya.

Berdasarkan pengakuan pelanggan yang membeli bahan bakar menggunakan jerigen, dalam satu jerigen berisi 31 liter dikenai biaya sebesar Rp30.000.”Bagi pelanggan yang menolak membayar pungutan itu maka tidak dilayani,” katanya.

Informasi yang berkembang di lapangan pungutan tersebut oleh pihak pengelola SPBU dipergubakan untuk membayar oknum aparat kepolisian.

Rudianur mengecam praktik melanggar aturan dan hukum tersebut, dan dalam waktu dekat DPRD akan memanggil pihak pengelola SPBU untuk rapat dengar pendapat.

“Hasil pengecekan kami di lapangan, mereka yang membeli menggunakan jerigen tersebut selanjutnya untuk di jual lagi di wilayah pedalaman yang selama ini pasokan bahan bakarnya bergantung dari mereka,” ucapnya.

Menurut Rudianur, keberadaan pelangsir bahan bakar tersebut sangat membantu masyarakat pedalaman terutama dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar.

“Akibat adanya pungutan dari pihak SPBU itu harga bahan bakar di wilayah pedalaman terpaksa mahal, hal itu dilakukan pelangsir agar mereka tidak merugi,” demikian Rudianur.

 

BERITA TERKAIT