PEMKAB KOTIM 

DLH Optimis Hapus Jamban Apung di Sungai Mentaya

Foto-Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Sanggul Luban Gaol.(Ist)

Sampit, – Kabupaten Kotawaringin Timur membutuhkan sarana mandi cuci kakus (MCK) Komunal. Minimnya fasilitas MCK di sejumlah wilayah di kabupaten yang dipimpin Bupati Supian Hadi itu, banyak warga mengalirkan sanitasinya langsung ke aliran Sungai Mentaya. Kondisi ini dikhawatirkan berdampak pada buruknya kesehatan sungai dan masyarakat.

“Masih banyaknya MCK apung atau jamban di pinggi sungai juga berpengaruh terhadap penilaian Adipura. Makanya harapan kami MCK apung ini secara bertahap bisa disiapkan solusinya. Salah satunya dengan penyediaan MCK komunal,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim, Sanggul Luban Gaol, Kamis (24/08).

Menurutnya, kebutuhan sarana MCK komunal yang dapat dimanfaatkan secara bersama-sama oleh masyarakat cukup tinggi. Sehingga ini bisa diprogramkan oleh instansi terkait, termasuk pemerintah kecamatan dan kelurahan/desa.“Kalau MCK komunal dibangun, ini juga akan mengantisipasi timbulnya kawasan kumuh,” ucap dia.

Ia juga mengakui kebutuhan akan sanitasi lingkungan hingga saat ini terus bertambah seiring dengan naiknya jumlah penduduk dan bertambahnya pemukiman masyarakat.

“Memang ketika kebutuhan MCK bagi masyarakat kurang mampu belum terpenuhi dengan baik, akan memacu tumbuhnya kawasan-kawasan kumuh yang ada diperkotaan dan ini menggangu untuk keindahan kota,” ujar dia.

Saat ini diperkirakan masih ada sekitar 40% penduduk yang suka BAB sembarangan seperti di sungai, kebun, atau tempat lainnya. Selain karena belum tersedianya MCK, faktor lain yang menyebabkan masih banyaknya warga BAB sembarangan akibat kurangnya pemahaman tentang kesehatan, kebiasaan, dan lainnya.

Meski begitu, Pemkab Kotim saat ini bertekat untuk mengurangi jamban apung di sepanjang sungai yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur. Supaya masyarakat tidak lagi buang air besar di sungai. “Bupati sangat serius ingin menghilangkan jamban saat ini,” ujarnya.

BERITA TERKAIT