DPRD KOTIM 

RDP Bahas Proyek Jalan Antang Kalang digelar Besok

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotawaringin Timur, Jhon Krisli.(Setwan)

Sampit,- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotawaringin Timur, Jhon Krisli sudah mengintruksikan Komisi Empat menindaklanjuti wacana Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait kasus proyek jalan Antang Kalang gagal lelang yang mana dilaporkan oleh Arsusanto kepada pihak penegak hukum baru-baru ini

Jhon Krisli mengaku, sudah mengarahkan Komisi IV DPRD Kotim, untuk memanggil pihak Forum Jasa Konstruksi (Forjasi) dan sejumlah pihak terkait lainnya guna menindaklanjuti laporan permintaan RDP dari salah organisasi Gerdayak Kotim.

“Saya sudah intruksikan Komisi Empat,menangani ini, hari ini kita sudah memerintahkan pihak komisi untuk berkoordinasi dengan pihak Forjasi,terkait masalah apa yang akan dibahas besok,” ungkapnya disampit selasa (18/7) kemarin.

Dalam hal ini ketua DPRD Kotim sendiri menekankan, kasus tersebut tidak ada istilah batal lelang, atau hangus apabila dilelang, lantaran anggaran 6 koma sekian miliar tersebut baru akan habis masanya pada Tanggal 31 Desember nanti.

“Kalau dilelang ulang kita lihat masih ada waktu untuk pengerjaannya, namun apabila kasus ini berlarut-larut , justru proyek tersebut akan berdampak terbengkalai,” timpalnya.

Diketahui RDP yang diwacanakan akan dilaksanakan rabu (19/7) pagi di ruang Paripurna dewan, dengan akan mengundang semua pihak yang terkait.”Kita undang semua yang bersangkutan, kita duduk bersama dan mencari solusi terbaik,saya harap semua pihak bisa memahami hal ini,” tutupnya.

Jangan Jual Nama Masyarakat, Untuk Raup Keuntungan Pribadi

Arsusanto selaku pelapor, Selasa (18/7) mengatakan dalam proses lelang proyek tersebut sudah ada indikasi permainan, bahkan proyek yang memakan anggaran besar itu tidak sesuai dengan hasil yang akan diterima oleh masyarakat nantinya.

“Jalan yang akan di kerjakan itu jalan di Antang Kalang, anggaran enam miliar lebih, dan yang akan dikerjakan itu 6 kilo meter, namun yang akan di aspal hanya 200 meter,” pungkasnya.

Selain itu dia juga menambahkan, 5,8 Kilo Meter jalan tersebut nantinya hanya agregat, yakni penimbunan batu koral, yang nantinya akan berlanjut pada tahap pengaspalan berikutnya.”Hanya 200 meter yang di aspal, sianya agregat semua, apa itu tidak janggal, anggarannya sebesar itu,” urainya.

Dia juga mengungkapkan dirinya sendiri hari ini masih menunggu panggilan dari pihak Kejaksaan untuk memberikan keterangan terkait laporannya tersebut.

“Saya masih menunggu panggilan dari kejaksaan, sebagai saksi pelapor atas kasus ini, yang jelas untuk memberikan keterangan terkait masalah ini,” jelasnya.

Untuk diketahui kasus ini bermula saat muncul polemik tarkait peningkatan Jalan Simpang Tumbang Kalang, Kecamatan Antang Kalang yang saat ini masih terus menjadi pertanyaan.

Kasus ini kemudian mencuat ketika PT Duta Panca Mandiri yang diketahui sebelumnya dimenangkan dalam proyek senilai Rp6,3 miliar itu, digugurkan oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kotim yang mana berdasarkan hasil telaahan evaluasi Dinas PUPR setelah adanya penarikan dukungan UMP perusahaan itu sendiri.

Atas dasar itu kemudian pihak  ULP  memutuskan untuk memenangkan PT Mitra Karya Abadi Mandiri yang sebelumnya sudah dinyatakan gugur tersebut.

BERITA TERKAIT

Leave a Comment