DPRD KOTIM 

Sekolah Jangan Bebankan Orang Tua Murid dengan Biaya Les yang Memberatkan

Foto- Anggota Komisi III DPRD Kotawaringin Timur Dadang H Syamsu.(BORNEONEWS).

Sampit – Anggota Komisi III DPRD Kotawaringin Timur Dadang H Syamsu meminta jangan sampai ada diskriminasi terhadap siswa yang dampaknya merusak dunia pendidikan ke depannya.

Pernyataan Dadang ini ia utarakan terkait persoalan di sektor pendidikan baik itu terhadap pungutan sekolah yang dinilai membebankan wali murid. Misalnya, terkait pelaksanaan kewajiban ikut les sekolah.

“Pahami kondisi ekonomi masyarakat, jangan melakukan bisnis terhadap les sekolah ini, siapa sih yang tidak mau ikut les sekolah, tapi jangan orientasinya semata-mata ke bisnis, ada yang tidak ikut jangan dipaksakan untuk harus ikut,” kata Dadang, Jumat (14/7/2017).

Sangat disayangkan, jika masalah ini menurutnya berlarut-larut. Ia meminta Dinas Pendidikan maupun sekolah menjalankan tugasnya sebagaimana cita-cita pendidikan, dari itu sistem pengawasan harus dilakukan.

Tidak hanya itu Dadang meminta agar pihak dinas memberikan teguran keras kepada guru yang melakukan diskriminasi terhadap siswanya yang tidak ikut les. Karena itu dinilai sudah menyalahi apa yang menjadi keinginan dalam mencerdaskan anak-anak didik mereka.

“Kalau kami melihat, ini masalahnya kondisi ekonomi yang belum merata, harusnya oknum guru memahami kondisi ini, kami berharap tidak semua tenaga pendidik seperti itu,” ucap politisi PAN tersebut.

Dadang mendukung kegiatan les yang dilakukan sekolah, namun jangan sampai menetapkan harga tinggi sehingga akhirnya menjadi beban dan tanggungan berat bagi orang tua murid.(BORNEONEWS)

BERITA TERKAIT

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: